Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan, Disdikpora DIY Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Suhirman menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, siswa tetap menjalani kegiatan belajar mengajar selama Ramadan.

ist
Wacana Libur Sekolah saat Ramadan 2025, Pro dan Kontra yang Masih Menggantung 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wacana meliburkan siswa sekolah selama bulan Ramadan memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Suhirman, menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

“Sampai saat ini, kami masih menunggu keputusan final dari pusat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang berkunjung ke Jogja. Beliau menyampaikan bahwa daerah diminta menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat,” ujar Suhirman, Jumat (17/1/2025).

Suhirman menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, siswa tetap menjalani kegiatan belajar mengajar selama Ramadan.

Hanya, durasi jam pelajaran dikurangi untuk menyesuaikan kondisi siswa yang tengah berpuasa.

“Jika biasanya satu jam pelajaran berdurasi 45-60 menit, selama bulan puasa durasinya dikurangi menjadi 30-35 menit agar siswa tidak terlalu lelah saat pulang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Disdikpora DIY siap melaksanakan kebijakan apapun yang ditetapkan pemerintah pusat. 

“Baik siswa diliburkan atau tidak, kami sudah siap. Yang terpenting adalah kebijakan yang diambil memiliki payung hukum yang jelas,” tambah Suhirman.

Baca juga: Jogja Nyawiji, Simbol Harmoni dalam Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana

Namun, rencana meliburkan sekolah selama Ramadan mendapat penolakan dari sejumlah orangtua murid di Yogyakarta.

Mereka khawatir kebijakan ini akan berdampak negatif pada proses belajar mengajar dan rutinitas akademik anak-anak.

Rudiyanto, orangtua siswa SMA di Kota Yogyakarta, mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak libur panjang selama Ramadan

“Saya merasa libur panjang tidak efektif untuk anak-anak. Mereka justru akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang produktif,” katanya.

Senada dengan Rudiyanto, Eko Budi, orangtua siswa SMP, juga menyampaikan keberatannya.

Ia menilai rutinitas belajar sangat penting untuk menjaga kemampuan akademik siswa.

"Kalau selama Ramadan libur total tanpa ada kegiatan belajar, saya khawatir anak-anak jadi kehilangan kebiasaan belajarnya. Hal ini bisa memengaruhi prestasi mereka di sekolah," ungkap Eko.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved