Waspada Jajanan Viral: BPOM Ungkap Kontaminasi Bacillus cereus dalam Camilan Latiao
Baru-baru ini, Indonesia digemparkan oleh kasus keracunan pangan yang melibatkan Latiao, jajanan asal Tiongkok yang tengah viral
Penulis: Puspita Dewi Fortuna
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, BBPOM di Yogyakarta
Baru-baru ini, Indonesia digemparkan oleh kasus keracunan pangan yang melibatkan Latiao, jajanan asal Tiongkok yang tengah viral di kalangan anak-anak dan remaja.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan sigap melakukan investigasi menyeluruh, termasuk pengujian laboratorium.
Berdasarkan hasil pengujian Badan POM, ditemukan adanya kontaminasi bakteri Bacillus cereus pada produk tersebut.
Apa Itu Latiao?
Latiao adalah camilan berbahan dasar tepung gandum, tepung kedelai, dan minyak cabai yang memiliki rasa pedas gurih.
Kepopuleran produk ini tidak lepas dari promosi masif di media sosial dan e-commerce, terutama di kalangan anak muda.
Namun, popularitas ini diiringi dengan riwayat yang patut diwaspadai.
Pada 2019, Latiao sempat dilarang beredar di negara asalnya, Tiongkok, akibat isu higienitas dan kandungan bahan berbahaya.
Meskipun saat ini sudah diperbolehkan untuk kembali beredar dengan perbaikan ketat, temuan BPOM mengingatkan bahwa keamanan pangan tetap perlu diutamakan.
Di Indonesia, BPOM mencatat 49 produk Latiao, baik lokal maupun impor, yang memiliki izin edar resmi.
BPOM dan Peran Pengawasan Pangan
BPOM bertanggung jawab untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk pangan yang beredar di Indonesia, baik produk lokal maupun impor.
Melalui pengawasan ketat, BPOM memastikan seluruh produk memenuhi standar keamanan yang berlaku.
Pengawasan ini meliputi pengawasan pre-market dan post-market. Dalam pengawasan pre-market, sarana produksi dalam negeri maupun impor dilakukan pemeriksaan kelayakan sarana produksi/gudang serta kesesuaian produk, baik secara komposisi, kemasan, hingga hasil pengujian.
Setelah mendapatkan izin edar, pengawasan post-market dilakukan secara rutin melalui inspeksi sarana produksi/importir dan pemastian keamanan dan mutu produk dengan sampling dan uji laboratorium.
Jika ditemukan produk tidak memenuhi syarat, BPOM akan menarik dan memusnahkan produk tersebut serta memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Ancaman Kesehatan: Bahaya Bacillus cereus
Bacillus cereus adalah bakteri yang umum ditemukan di lingkungan seperti tanah, debu, dan air.
Kontaminasi pangan bisa terjadi akibat proses produksi atau penyimpanan yang tidak higienis.
Bakteri ini menghasilkan dua jenis toksin berbahaya, yaitu Enterotoksin yang dapat menyebabkan kerusakan usus dan diare, serta Cereulide yang menyebabkan muntah namun tahan terhadap pemanasan.
Gejala keracunan biasanya muncul 8-16 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan dapat sembuh dalam 24 jam.
Meski demikian, anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh rendah tetap berisiko mengalami dampak yang lebih parah.
BPOM Bertindak Tegas dan Terukur
Menindaklanjuti temuan ini, BPOM kemudian memerintahkan penarikan dan pemusnahan produk Latiao dari peredaran pada 1 November 2024.
Importasi produk juga ditangguhkan hingga hasil investigasi lengkap.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar terhindar dari pangan yang membahayakan kesehatan.
BPOM berkomitmen untuk senantiasa memastikan seluruh proses pengawasan berjalan transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
Ayo Jadi Konsumen Cerdas!
Keamanan pangan adalah tanggung jawab multisektoral.
Produsen wajib memastikan keamanan dan kualitas produknya, sementara masyarakat perlu lebih cerdas dalam memilih produk.
Masyarakat perlu waspada dengan produk viral yang belum tentu aman.Tips aman dari BPOM sebelum membeli produk obat dan makanan yaitu dengan Cek KLIK (cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa).
Masyarakat juga dapat dengan mudah cek izin edar melalui cekbpom.pom.go.id atau melalui aplikasi BPOM Mobile.
Dengan pengawasan ketat dari BPOM disertai kesadaran produsen dan masyarakat yang tinggi, kita bisa mewujudkan pangan yang aman dan sehat bagi seluruh keluarga.
Sebagai garda terdepan keamanan pangan, BPOM akan terus bekerja keras menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.
“BPOM Siaga Melindungi Masyarakat”
Keterangan: Pengujian Bacillus cereus di Laboratorium Mikrobiologi BBPOM di Yogyakarta / Foto milik : Puspita
BBPOM DIY Perkuat Pengawasan dan Inovasi Demi Keamanan Produk 2025 |
![]() |
---|
BPPOM DIY Dorong Kolaborasi dan Teknologi Digital untuk Optimalkan Pengawasan |
![]() |
---|
BBPOM di Yogyakarta Raih Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM |
![]() |
---|
BBPOM DIY Razia Produk Makanan Olahan di Kulon Progo, Pastikan Keamanannya Jelang Libur Akhir Tahun |
![]() |
---|
Balai Besar POM Yogyakarta Serap Aspirasi Publik untuk Tingkatkan Layanan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.