Warga Demo Tuntut Dukuh Pusmalang Dicopot,  Begini Kata Pak Lurah 

Lurah Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Handung Tri Rahmawan mengaku berkomitmen melayani masyarakat dengan baik dan nyaman

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Massa yang mengatasnamakan Warga Pusmalang Peduli Kebenaran Kejujuran dan Keadilan demontrasi di Depan Kantor Kalurahan Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Senin (23/12/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lurah Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Handung Tri Rahmawan mengaku berkomitmen melayani masyarakat dengan baik dan nyaman.

Adapun terkait gejolak di Padukuhan Pusmalang yang mana warganya melakukan aksi demo menuntut dukuh mundur karena diduga melakukan penggelapan uang donasi pembangunan masjid, Handung memastikan akan memprosesnya.

Pemerintah Kalurahan akan memanggil yang bersangkutan untuk diklarifikasi.

"Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat, nunggu kami berproses dalam waktu satu minggu ke depan. Kami akan berproses memanggil yang bersangkutan. Kemudian kami juga bersinergi dengan Fokpimcam (forum komunikasi pimpinan kecamatan) maupun Kabupaten. Masyarakat kami minta untuk bersabar, menunggu proses itu," kata Handung, Senin (23/12/2024). 

Menurut Handung, dirinya sudah mendengar apa yang menjadi keluh kesah dan tuntutan masyarakat Pusmalang yang merasa tidak nyaman atas kepemimpinan dukuhnya.

Pihaknya mengaku juga sudah mengetahui beberapa hal, dari apa yang disampaikan oleh masyarakat, namun terkait pelanggaran moral dan norma sulit dibuktikan. Hal itu yang menjadi kendala.  

"Tetapi, di sisi lain memang ada hal yang menjadi kewenangan dari pihak Kepolisian, (soal laporan dugaan penggelapan) ya kita juga menunggu," katanya. 

Handung meminta masyarakat bersabar karena apa yang menjadi tuntutan warga bakal ditindaklanjuti. Mengedepankan aturan perundang- undangan yang berlaku. Jawaban resmi dari Kalurahan akan disampaikan sepekan ke depan. 

"Walupun nanti mungkin satu Minggu, semua tuntutan belum terealisasi, itu kembali atas dasar prinsip aturan perundangan yang ada. Kami berkomitmen selalu melayani warga untuk bisa nyaman, adem ayem. Apa pun yang terjadi itu yang terbaik," ujar dia. 

Baca juga: Warga Pusmalang Demo Tuntut Pak Dukuh Dicopot

Diketahui sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Warga Pusmalang Peduli Kebenaran, Kejujuran dan Keadilan menggelar demonstrasi di depan Kantor Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Mereka menuntut Kepada Lurah untuk memberhentikan jabatan Dukuh Pusmalang, berinisial MR, karena diduga menggelapkan uang pembangunan Masjid Jami' di kampung setempat. 

"Intinya, kami warga Pusmalang melihat sikap Dukuh Pusmalang tidak sesuai dengan kedudukannya. Maka warga Pusmalang datang, mohon kepada Pak Lurah untuk memecatnya," kata Perwakilan Warga Pusmalang, H. Mulyadi Ama, ditemui demo di kantor Kalurahan Wukirsari, Senin (23/12/2024). 

Ia menilai Dukuh Pusmalang sudah bersikap tidak sesuai dengan kedudukannya. Mulyadi mencontohkan, sebagai Dukuh, yang bersangkutan tidak mau bergotong royong dan berinteraksi dengan masyarakat.

Misalnya ketika ada kegiatan tradisi nyadran dan arisan Jumat Kliwon, Dukuh disebut tidak datang. Padahal kegiatan tersebut sangat penting bagi masyarakat setempat. Pasalnya selain arisan, dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengumpulkan iuran pembangunan masjid. 

Warga juga menganggap Dukuh tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang tata pemerintahan, karena menganggap jabatan RT/RW hanya formalitas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved