Berita Sleman

Efisiensi Anggaran Paskibraka Sleman: Rp1,8 Miliar Dipangkas Jadi Rp682 Juta

Seleksi Paskibraka Sleman 2026 terdampak efisiensi anggaran. Anggaran turun drastis dari Rp1,8 M menjadi Rp682 Juta, memangkas formasi pasukan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dokumentasi Pemkab Sleman
Anggota Paskibraka Sleman 2024 
Ringkasan Berita:
Seleksi Paskibraka Sleman 2026 terdampak efisiensi anggaran. Anggaran turun drastis dari Rp1,8 M menjadi Rp682 Juta, memangkas formasi pasukan dan masa karantina.

 

TRIBUNJOGJA.COM SLEMAN – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. 

Namun, pelaksanaan tahun ini menghadapi penyesuaian besar akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada jumlah personel dan durasi pelatihan.

Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Sleman, Imawan Nur Syaifudin, mengungkapkan bahwa penghematan anggaran memaksa perubahan struktur pasukan. 

Jika sebelumnya Sleman selalu menggunakan formasi lengkap 8-17-45, tahun ini hanya akan menggunakan formasi 8 dan 17.

"Dampak efisiensi ini mengurangi jumlah pasukan. Dari 161 peserta seleksi, hanya 46 orang yang diambil. Sebanyak 8 orang dikirim ke seleksi tingkat provinsi/nasional, sehingga yang bertugas di Kabupaten Sleman hanya 38 orang," ujar Imawan, Jumat (10/4/2026).

Pemangkasan Masa Karantina dan Anggaran

Selain jumlah personel, durasi karantina peserta juga dipangkas menjadi lebih pendek, yakni hanya lima hari sebelum hari H 17 Agustus. 

Sebagai kompensasi, durasi latihan di lapangan akan diperbanyak untuk menjaga kesiapan fisik dan mental peserta.

Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Samsul Bakri, memaparkan adanya penurunan anggaran yang sangat signifikan. 

Tahun lalu, anggaran Paskibraka mencapai Rp1,8 miliar, namun tahun ini turun menjadi Rp682 juta.

"Penurunan ini memaksa kami melakukan berbagai penyesuaian. Lokasi peningkatan kapasitas yang biasanya hingga ke Surabaya, kini dialihkan ke wilayah terdekat di Jawa Tengah," jelas Samsul.

Tahapan Seleksi Ketat

Meski terbentur anggaran, proses seleksi tetap berjalan ketat melalui aplikasi paskibra.bpip.go.id. 

Dari 380 pendaftar online, 161 siswa mengikuti rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), hingga tes kesamaptaan dan kepribadian pada 7-9 April 2026.

Samsul meyakinkan bahwa kualitas peserta tahun ini tetap terjaga. "Meskipun ada efisiensi, antusiasme siswa tidak menurun.

Bahkan, kualitas postur peserta tahun ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (Tribunjogja/rif)

Orang Tua Pelajar di Kulon Progo Dukung Rencana Efisiensi MBG, Alihkan ke Program yang Lebih Penting

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved