Update Merapi : Awan Panas Meluncur 1,8 KM, Belasan Guguran Lava Mengarah ke Kali Bebeng

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 1800 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (1/5/2026) dini hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/laman esdm go id
Ilustrasi map titik lokasi Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMANGunung Merapi meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 1800 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (1/5/2026) dini hari.

Gempa APG ini tercatat memiliki amplitudo 30 mm dengan durasi gempa sekitar 182 detik.

Luncuran awan panas guguran ini diikuti dengan guguran lava pijar sejauh 2000 meter.

Teramati sebanyak 16 kali guguran lava meluncur ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum sejauh 2.000 meter (2 km).

Secara visual, puncak Merapi saat ini cenderung tertutup kabut tebal, namun aktivitas internal masih terekam dengan jelas oleh perangkat kegempaan.

Berdasarkan data yang dicatat oleh BPPTKG, aktifitas magma di dalam perut Gunung Merapi masih cukup tinggi.

Suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi dipastikan masih berlangsung. 

Tercatat ada 31 kali gempa Guguran dengan durasi hingga 231 detik, 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo hingga 38 mm.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar Merapi terpantau mendung dengan kelembaban udara yang sangat tinggi mencapai 99,7 persen.

Suhu udara di sekitar lereng berkisar antara 17,8 hingga 20,6 derajat Celsius dengan tekanan udara yang relatif stabil.

Baca juga: Sinkhole Tileng Terus Membesar, Luasnya Lima Kali Lipat Dalam Kurun Sebulan

Rekomendasi Bahaya bagi Masyarakat

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan potensi bahaya utama di sektor selatan-barat daya dan tenggara.

Masyarakat diimbau untuk menjauhi radius berbahaya sebagai berikut:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
  • Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

BPPTKG juga mengingatkan warga agar mewaspadai potensi bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di area puncak.

Selain itu, masyarakat diharapkan siap mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat aktivitas erupsi ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved