Delapan Gadis Remaja di Jogja Dipekerjakan jadi Pemandu Lagu dan PSK
Sebanyak delapan perempuan diduga menjadi korban eksploitasi dan perdagangan orang di sebuah kafe serta sebuah kos di Kota Yogyakarta
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak delapan perempuan diduga menjadi korban eksploitasi dan perdagangan orang di sebuah kafe serta sebuah kos di Kota Yogyakarta.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Probo Satrio, para perempuan tersebut dipaksa untuk bekerja sebagai pekerja seksual komersial (PSK) untuk melayani para tamu pria.
Para korban sebanyak delapan orang merupakan perempuan usia di bawah 25 tahun berasal dari berbagai daerah.
Kronologi pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di sebuah kafe room di Kota Yogyakarta, pada Jumat (1/11/2024).
Para perempuan itu dipekerjakan sebagai pemandu lagu dan memuaskan hasrat seksual para pria.
Mereka ditampung di kafe tersebut serta di sebuah kos yang dikelola oleh para tersangka.
Polisi yang mendapatkan informasi itu kemudian menindaklanjutinya dengan mendatangi lokasi.
Di lokasi tersebut, polisi mengamankan 18 orang yang terdiri dari 14 orang perempuan dan 4 orang laki-laki.
Seluruhnya kemudian dibawa ke Polresta Yogyakarta untuk pemeriksaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang dengan mempekerjakan 8 orang sebagai pemandu lagu.
"Mereka bekerja setiap hari pada pukul 22.00 WIB sampai denganpukul 04. 00 WIB di Cafe Room," kata Probo di Mapolda DIY, Senin (25/11/2024).
Baca juga: Sejumlah Bayi jadi Korban TPPO Sindikat Jawa Tengah, Dijual Rp20 Hingga Rp40 Juta Rupiah
Para pemandu lagu tersebut ditampung di dua lokasi, yang pertama di sebuah kos daerah Gedongtengen Yogyakarta dan yang kedua di Cafe Room.
"Selain memandu karaoke (korban) disuruh melayani seksual apabila lelaki menginginkan," jelas Probo.
Modus tersangka yakni menyediakan tempat penampungan untuk tempat tinggal korban dengan iming-iming gaji tinggi.
"Itu diming-iming gaji tinggi, dikasih makan kemudian disuruh hutang akhirnya untuk bayar hutangnya itu melalui eksploitasi seks," kata Probo
| Viral Aksi Tawuran di Batas Kota Yogyakarta Jalan Magelang, Ini Penjelasan Polisi |
|
|---|
| Polisi Nyatakan Informasi Tawuran dan Pemukulan di Batas Kota Jalan Magelang Yogyakarta Tidak Benar |
|
|---|
| Sempat Dilaporkan Hilang, Satu Siswa SMP di Jogja Kini Dalam Pengawasan Lembaga Perlindungan Anak |
|
|---|
| Driver Ojol Ditemukan Meninggal Dunia di Jalan Pasar Kembang Yogyakarta, Ini Keterangan Polisi |
|
|---|
| Warga Bantul Jadi Korban TPPO di Kamboja, Dijanjikan Kerja di Korea Ternyata Jadi Scammer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kasatreskrim-Polresta-Yogyakarta-AKP-MP-Probo-Satrio-1452024.jpg)