Pilkada Sleman 2024

KPU Sleman Optimis Penghitungan Suara Pilkada 2024 di Tiap TPS Rampung Saat Magrib 

Setelah pemungutan suara ditutup, dilanjutkan penghitungan suara. Ia optimis penghitungan suara di TPS bakal rampung sore hari. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
KPU Sleman menggelar sosialisasi dan rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Sleman 2024 di hotel grand Keisha, Depok, Kabupaten Sleman Kamis (21/11/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemungutan suara Pilkada serentak 2024 tinggal menghitung hari.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman optimis pemungutan dan rekapitulasi penghitungan suara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) bakal selesai menjelang waktu Magrib.

Saat ini,  persiapan menuju tahapan coblosan pada 27 November 2024 terus dimatangkan. 

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sleman, Noor Aan Muhlisoh, mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menggelar simulasi pemungutan dan rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Sleman 2024 menggunakan daftar pemilih 498 orang dalam satu TPS.

Saat simulasi, dengan jumlah pemilih sebanyak itu ternyata sudah cukup lengang pada pukul 11.00 WIB siang. 

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.

Setelah pemungutan suara ditutup, dilanjutkan penghitungan suara. Ia optimis penghitungan suara di TPS bakal rampung sore hari. 

"Jadi harusnya sih kalau di TPS ya paling lambat Magrib itu udah selesai, karena kami hanya satu surat suara," kata Aan, di sela kegiatan sosialisasi pemungutan dan rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Sleman 2024 mengundang sejumlah stakeholder di hotel Grand Keisha, Kamis (21/11/2024). 

Baca juga: Bawaslu Sleman Dilaporkan ke Lembaga Ombudsman DIY terkait Standar Ganda Penindakan Pelanggaran

Sosialisasi ini dinilai penting agar proses pemungutan suara dan rekapitulasi penghitungan suara berjalan efektif dan efisien.

Aan mengatakan, daftar pemilih tetap (DPT) di Pilkada Sleman 2024 berjumlah 853.209 pemilih.

Mereka akan menggunakan hak suaranya di 1.731 tempat pemungutan suara.

Pembagian di tiap TPS maksimal menampung 600 pemilih.

Jumlah pemilih di satu TPS ini lebih banyak dibanding Pemilu Februari lalu, tetapi di Pilkada ini pemilih hanya mencoblos satu surat suara sehingga relatif lebih cepat. 

Adapun soal kerawanan, menurut Aan, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, kerawanan Pilkada Sleman tak jauh berbeda dengan Pemilu sebelumnya.

Jika terkait bencana, maka potensi bencana erupsi Merapi masih menjadi kerawanan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved