Peristiwa Perlawanan Indonesia Terhadap Penjajahan Belanda
Simak artikel berikut untuk mengetahui peristiwa-peristiwa perlawanan Indonesia terhadap penjajahan Jepang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM – Pada kali ini kita akan membahas mengenai peristiwa-peristiwa perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda.
Materi dilansir dari buku Rangkuman Pengetahuan Umum Sekolah Dasar Lengkap karya Muflihah.
Baca juga: Rangkuman Materi Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 Unit A Bagian 3: Mengenal Sun Yat Sen dan Jose Rizal
Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah penuh dengan pengorbanan besar, mulai dari Perang Paderi di Sumatera Barat hingga Bandung Lautan Api, berikut penjelasan lebih lengkap:
1. Perang Paderi
Tahun 1812 di Sumatera Barat terjadi perang Paderi antara kaum Paderi (ulama) yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol dan kaum adat.
Perang ini timbul karena ada perbedaan pendapat dimana kaum adat ingin mempertahankan adat-istiadat nenek moyang, sedangkan kaum Paderi menghendaki kehidupan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.
Perpecahan ini dimanfaatkan Belanda dengan memberikan bantuan kepada kaum adat.
2. Perlawanan Pattimura
Pada tanggal 15 Mei 1817, rakyat Maluku dipimpin Thomas Matulesi (Pattimura) dan dibantu Anthonie Rhebok, Chirthina Martha Tiahahu, dan Lukas Latumahina memulai perlawanan terhadap Belanda yang berhasil merebut kembali Benteng Duurstede.
Perlawanan tersebut gagal dan Pattimura saat intu ditangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di Benteng Nieuw Victoria dan mengakhiri perjuangan rakyat Maluku.
3. Perang Diponegoro
Pada tanggal 20 Juli 1825, Belanda menyerang Tegalrejo yang merupakan kediaman Pangeran Diponegoro.
Sejak saat itu, perlawanan Pangeran Dipenogoro dimulai dengan menggunakan siasat gerilya dan memindah-mindahkan markasnya, yaitu Selarong, Plered, Dekso, Pengasih, dan Tegalrejo.
Pada tahun 1827, Belanda menggunakan siasat benteng stelse dalam menghadapi perlawanan Diponegoro.
Belanda menangkap Pangeran Diponegoro yang dijebak dalam suatu perundingan pada tahun 1830 dan diasingkan ke Manado, Kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafat.
| Mengenal Giethoorn, Desa Belanda yang Hanya Bisa Dijelajahi dengan Perahu |
|
|---|
| Rangkuman Materi Geografi Kelas 11 SMA Bab 3 Bagian 2 Unit D dan E: Kualitas Kependudukan dan SDM |
|
|---|
| Konstruksi Jembatan Kewek Kritis, Dishub Jogja Segera Larang Kendaraan Besar Melintas |
|
|---|
| Winger PSIM Yogyakarta Ungkap Beda Kompetisi Sepak Bola Indonesia dan Belanda |
|
|---|
| Profil Bupati Sleman dari Tahun ke Tahun, Periode 1945-2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perang-Diponegoro-2.jpg)