Konstruksi Jembatan Kewek Kritis, Dishub Jogja Segera Larang Kendaraan Besar Melintas
Langkah jangka pendek yang paling mendesak adalah mengurangi beban lalu lintas di atas jembatan Kleringan yang dibangun sejak 1920-an itu.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Jembatan Kewek atau Kleringan, jembatan yang dibangun sejak 1920-an di era kolonial Belanda oleh oleh Nederlands-Indische Spoorwegmaatschappij (NIS), disebut dalam kondisi kritis.
- Pemkot Yogyakarta segera melakukan langkah jangka pendek, yaitu mengurangi beban lalu lintas di atas jembatan Kleringan itu.
- Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan perbaikan kemungkinan tahun depan, menunggu dukungan pusat karena butuh anggaran Rp12-an miliar
TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mengambil langkah cepat merespons kondisi fisik Jembatan Kleringan (Kewek) yang dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menyusul temuan teknis bahwa sisa kekuatan konstruksi jembatan hanya tinggal 20 persen, Dishub memutuskan untuk segera membatasi akses kendaraan berdimensi besar.
Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menyatakan, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP), serta kepolisian, tengah menyusun strategi.
Adapun langkah jangka pendek yang paling mendesak adalah mengurangi beban lalu lintas di atas jembatan yang dibangun sejak 1920-an tersebut.
"Pada prinsipnya kami sedang menyusun opsi upaya di sana. Tapi, jangka paling dekat, kami akan melakukan pembatasan untuk kendaraan dimensi besar agar tidak melintas di Jembatan Kewek dulu," katanya, Rabu (26/11/25).
Pasang portal
Sebagai implementasi teknis di lapangan, Dishub berencana memasang portal pembatas ketinggian di area Simpang Legend, atau dari Stadion Kridosono ke arah Jembatan Kewek.
Pemasangan rambu tersebut bertujuan untuk memfilter kendaraan berat secara fisik, sebelum mendekati area Jemnatan Kewek.
"Kemungkinan dalam tempo dekat akan dipasang portal di tikungan Legend itu. Setinggi maksimal kurang lebih 3,4 meter. Sehingga kendaraan di atas sumbu roda 6 meter tidak mungkin melintas. Minimal itu dulu langkah pertamanya," jelasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Kadishub menyebut, saat ini pihaknya tengah menyiapkan sarana dan prasarana pendukungnya.
Ia menargetkan pemasangan portal dan pemberlakuan larangan melintas bagi kendaraan besar dapat terealisasi pada kisaran awal Desember mendatang.
"Semoga dalam 4-5 hari atau semingguan inilah kita laksanakan. Sehingga kendaraan besar tidak melintas dulu di Jembatan Kleringan," tambahnya.
"Teknis-teknis yang lain sedang disiapkan untuk kami laporkan ke Pak Wali. Nanti mungkin Pak Wali yang akan memastikan (kebijakan) kompletnya," tambah Arif.
Rencana rehabilitasi
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Yogyakarta berencana melakukan rehabilitasi total terhadap konstruksi Jembatan Kewek.
Langkah ini diambil menyusul kondisi fisik jembatan legendaris tersebut, yang dinilai sudah sangat memprihatinkan karena termakan usia.
| Posko Aduan Daycare Little Aresha Dibuka, Polisi: Banyak Orang Tua Datang Bawa Bukti Visum |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Tak Habis Pikir, Pertanyakan Naluri Keibuan 13 Tersangka Daycare Little Aresha |
|
|---|
| FH UAJY Kolaborasi dengan Alumni Gelar Diskusi Hukum Bersama Ketua MK RI |
|
|---|
| UAJY Hadirkan Solusi Nyata di Muja Muju dengan Inovasi Sampah Berbasis Komunitas |
|
|---|
| Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Rabu 29 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Berusia-Lebih-dari-100-Tahun-Konstruksi-Jembatan-Kleringan-Jogja-Disebut-Sudah-Kritis.jpg)