Konstruksi Jembatan Kewek Kritis, Dishub Jogja Segera Larang Kendaraan Besar Melintas

Langkah jangka pendek yang paling mendesak adalah mengurangi beban lalu lintas di atas jembatan Kleringan yang dibangun sejak 1920-an itu.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
KONDISI JEMBATAN: Jembatan Kleringan, atau Kewek, yang menghubungkan kawasan Kotabaru dan Malioboro, Kota Yogyakarta. 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan, kondisi struktur jembatan yang menghubungkan kawasan Kotabaru dan Malioboro itu sudah semakin uzur.

Kekuatan jembatan yang menurun drastis otomatis harus diantisipasi, mengingat volume lalu lintas di atas Jembatan Kleringan teramat padat.

"Jembatan Kleringan itu sudah tua, kekuatannya sekarang tinggal 10 sampai 20 persen saja, sehingga berbahaya," tandasnya, Rabu (26/11/25).

Terkait rencana perbaikan, Wali Kota menyebut, bahwa Detail Engineering Design (DED) untuk rehabilitasi jembatan sebenarnya sudah rampung.

Butuh Rp12 miliar

Menurutnya, jika mendapatkan restu dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pengerjaan fisik bisa dilaksanakan pada tahun depan.

"Itu (anggarannya) bisa sampai Rp12-an miliar. Kami minta ke pusat, minta ke APBN. Sama alternatif ke provinsi juga, tapi masih berjuang," katanya.

Sebagai informasi, Jembatan Kleringan atau Jembatan Kewek memiliki sejarah panjang yang lekat dengan sepak terjang perkembangan Kota Yogyakarta.

Dibangun pada era kolonial Belanda, kisaran 1920-an oleh Nederlands-Indische Spoorwegmaatschappij (NIS), jembatan mulai beroperasi per 1928. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved