Lapas Yogyakarta Kini Punya 15 Kolam Ikan, Masing-masing Berisi 1.500 Ekor Lele

Budidaya ikan lele di Lapas Kelas II A Yogyakarta merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Dok/Istimewa
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY, Muhammad Ali Syeh Banna, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta pada Sabtu (9/11/2024) untuk meninjau Program Ketahanan Pangan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

TRIBUNJOGJA.COM - Lapas Yogyakarta kini memiliki 15 kolam budidaya ikan, masing-masing berisi 1.500 ekor lele. 

Budidaya ikan lele di Lapas Kelas II A Yogyakarta tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, mengunjungi program yang telah digiatkan Lapas kelas II A Yogyakarta tersebut, pada Sabtu (9/11/2024).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia.

Ali Syeh memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Lapas Yogyakarta yang telah aktif berperan dalam program tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi Lapas Yogyakarta yang bergerak cepat dan mengambil langkah nyata dalam mendukung program Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan. Ini merupakan contoh konkret yang patut dicontoh," ujarnya.

Dalam kunjungannya, Ali Syeh bersama Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, serta pejabat lainnya turut berpartisipasi dalam kegiatan panen ikan lele.

Lapas Yogyakarta memiliki 15 kolam budidaya ikan lele, masing-masing berisi 1.500 ekor lele.

Dalam waktu hanya 10 hari, panen dilakukan sebanyak dua kali untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan segar bagi para WBP.

"Kami bisa panen dua kali dalam sepuluh hari, dan ini membantu mencukupi kebutuhan konsumsi ikan segar bagi warga binaan," ujar Soleh.

Selain memberikan manfaat untuk konsumsi WBP, program ini juga memberikan pelatihan kepada 20 orang WBP yang terlibat dalam budidaya ikan lele.

Keuntungan dari hasil budidaya ikan tersebut disetorkan ke negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sedangkan sebagian lainnya diserahkan kepada WBP dalam bentuk premi. 

Sisa keuntungan digunakan untuk dana sosial yang bertujuan membantu sesama WBP yang membutuhkan.

Program Ketahanan Pangan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memberi keterampilan kepada para WBP yang dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat nanti. (HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved