PPK ORMAWA UKM Relawan UMY Gelar Simulasi Bencana Erupsi Gunung Merapi di Desa Sumber Magelang

Tim PPK ORMAWA UKM Relawan UMY bersama MDMC Magelang menggelar simulasi penanganan korban bencana gunung meletus di Desa Sumber

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
PPK ORMAWA UKM Relawan UMY menggelar simulasi penangana korban bencana alam Erupsi Gunung Merapi di Desa Sumber, Magelang beberapa waktu yang lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tim PPK ORMAWA UKM Relawan UMY bersama MDMC Magelang menggelar simulasi penanganan korban bencana gunung meletus di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/9/2024) yang lalu dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana letusan Gunung Merapi.

Kegiatan ini dipandu secara langsung oleh Ketua MDMC Kabupaten Magelang, Didik Wahyu Nugroho dan tim dari Tim PPK ORMAWA UKM Relawan UMY.

Sebelum kegiatan simulasi penanganan bencana gunung meletus dilaksanakan, Ketua MDMC Magelang menyampaikan pembaharuan rencana kontijensi terlebih dahulu.

Kemudian masyarakat juga diberikan pelatihan sistem triase, pertolongan pertama, manajemen posko dan pembuatan dapur umum.

Kegiatan itu dilaksanakan sepekan sebelum simulasi dilaksanakan.

Kemudian pada Kamis (12/9/2024), Tim PPK ORMAWA UKM Relawan UMY yang dibantu oleh Tim dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Sumber melaksanakan simulasi sesuai dengan skenario yang sudah disepakati sebelumnya.

Dalam skenario simulasi, Gunung Merapi tiba-tiba mengalami erupsi pada malam hari.

Sementara saat itu sebagian besar masyarakat Desa Sumber yang berada di lereng Gunung Merapi sudah tidur terlelap.

PPK ORMAWA UKM Relawan UMY menggelar simulasi penanganan bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Sumber, Magelang.
PPK ORMAWA UKM Relawan UMY menggelar simulasi penanganan bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Sumber, Magelang. (Istimewa)

Sirine pun langsung menyala.

Warga yang mendengar sirine tanda bahaya langsung berusaha menyelamatkan diri dengan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Namun sebagian warga lainnya terjebak di dalam rumah karena erupsi Gunung Merapi berlangsung cepat.

BPPTKG pun menetapkan status Gunung Merapi dari awas menjadi waspada.

Karena masih banyak warga yang terjebak, FPRB serta bidang evakuasi kembali ke desa untuk mencari warga yang masih bisa diselamatkan.

Tim evakuasi menemukan beberapa korban yang masih terjebak di desa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved