BPPTKG Catat 22 Guguran Lava, Aktivitas Merapi Tetap Level Siaga

BPPTKG mencatat 22 kali guguran lava dari puncak Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Dok BPPTKG
Awan panas guguran meluncur dari kubah lava Gunung Merapi, Sabtu (27/12/2025) siang. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas terjadi dua kali dalam rentang sepuluh menit, dengan jarak luncur maksimal hingga 2 kilometer ke arah barat daya atau hulu Sungai Krasak. Hingga kini, status Gunung Merapi masih siaga (Level III). 

 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan 22 kali guguran lava sejauh maksimal 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih, Krasak, dan Bebeng. Status tetap Level III (Siaga).
  • BPPTKG mencatat 79 gempa guguran, 71 gempa hybrid, dan satu gempa vulkanik dangkal. Asap kawah putih teramati setinggi 10–25 meter, cuaca mendung disertai hujan.
  • Potensi bahaya didominasi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya hingga 7 km serta tenggara hingga 5 km. 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi pada Minggu (4/1/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 22 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Status Merapi hingga kini masih Level III atau Siaga.

Penyusun laporan BPPTKG, Yulianto, menyebut guguran lava meluncur ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng. 

“Teramati 22 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter,” tulis Yulianto dalam laporan aktivitas Merapi periode pengamatan 4 Januari 2026.

Dari data kegempaan, BPPTKG mencatat 79 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–29 mm dan durasi 34,76–220,44 detik. Selain itu, terekam 71 kali gempa hybrid atau fase banyak serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 10–25 meter di atas puncak.

Baca juga: Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1 Kilometer ke Arah Kali Krasak

Cuaca di sekitar Merapi dilaporkan mendung dan berawan, dengan curah hujan mencapai 18 mm per hari.

BPPTKG mengingatkan potensi bahaya masih didominasi guguran lava dan awan panas. 

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km,” ujarnya. 

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Ia juga menegaskan suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai lahar, awan panas guguran, dan dampak abu vulkanik, terutama saat hujan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved