Mimbar Legislasi

Nur Kholis Majid Gagas Program PKS, Fokus Garap Pertanian Modern hingga Penataan Pansela Bantul

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid, menyoroti tiga sektor krusial yang dinilai memerlukan perhatian

Tribun Jogja/IST
Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid. 

 


TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid, menyoroti tiga sektor krusial yang dinilai memerlukan perhatian dan konsentrasi penanganan serius, yakni pengembangan pertanian, penataan kawasan, dan pengelolaan sampah.

"Berdasarkan hasil analisis dan beberapa kali pertemuan dengan pihak terkait, memang pertanian menjadi andalan Bantul. Pertanian itu harus dioptimalkan semaksimal mungkin mulai dari regenerasi pertanian hingga penggunaan mesin pertanian modern," katanya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (22/4/2026).

Saat ini, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tengah mendorong sekolah-sekolah untuk mengenal dunia pertanian. Sebab, sampai saat ini masih banyak petani di Bumi Projotamansari bukan berasal dari kalangan muda.

Tentu saja, dalam penerapannya petani milenial diharapkan dapat akrab dengan penggunaan teknologi untuk mempermudah menggarap lahan, efisiensi biaya produksi pertanian, hingga meningkatkan hasil pertanian secara optimal.

"Sebenarnya sudah ada beberapa petani milenial yang coba kami bantu walau skalanya masih kecil. Tapi, itu masih selaras dengan target Pemkab Bantul mengingat ke depan petani juga berperan untuk menguasai peradaban. Apalagi, dunia pertanian terus berkembang," jelasnya.

Dalam realisasinya, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini mengaku telah mendampingi kelompok pemuda tani sesuai daerah pemilihannya yakni di Kapanewon Pleret, Dlingo, dan Imogiri. Bahkan, ia juga menginisiasi program greenhouse atau rumah kaca.

"Greenhouse menjadi bagian yang kami rancang untuk mengatur iklim dan melindungi tanaman, sehingga hasil panen meningkat tanpa bergantung pada musim. Inovasi ini akan segera kami realisasikan di kelompok pemuda tani tersebut," tuturnya.

Di samping itu, Kholis turut menyoroti pentingnya penataan kawasan pariwisata khususnya di Pantai Selatan (Pansela) untuk mendukung wajah selatan Bantul. Belum lagi, saat ini pariwisata Bantul dinilai sedang mengalami penurunan kunjungan yang cukup signifikan.

"Penataan Pansela ini kan sudah ada pembahasan sampai penyusunan grand design yang dilakukan oleh teman-teman Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantul. Jadi kami berharap, progres penyusunan itu dapat ditingkatkan agar segera terealisasi untuk pengembangan kawasan Pansela Bantul," harap dia.

Dampak positif JJLS

Selain itu, pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 sebagai penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul yang akan rampung sekitar pertengahan tahun 2026 ini, diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk mampir dan menikmati sejumlah keindahan wisata di selatan Bumi Projotamansari. 

Di dekat JJLS itu, kata Kholis ada banyak tempat wisata mulai dari Gumuk Pasir, Pantai Parangtritis, hingga Pantai Pandansimo yang dapat memanjakan mata pengunjung. 

Dengan demikian, diharapkan pendapatan asli daerah dari sektor wisata Bantul meningkat dan kembali dipergunakan untuk dukung kesejahteraan masyarakat.

Kendati begitu, dua program tersebut perlu didukung dengan kehadiran tempat pengelolaan sampah yang modern yakni proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Di mana, pemerintah telah merancang proyek tersebut dan ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengelola sampah Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta.

"Melalui PSEL ini, ke depan, pengelolaan sampah di Bantul dapat diselesaikan secara tuntas. PSEL ini bertransformasi menjadi sistem berbasis teknologi ramah lingkungan yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi listrik," ujar Kholis.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved