Mimbar Legislasi

Komisi C DPRD Bantul Dorong Bidang Sumber Daya Air Perbaiki Saluran Irigasi  

Suryono, Anggota Komisi C DPRD Bantul menyatakan salah satu tugasnya adalah berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air yang ada di Dinas Pekerjaan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Santo Ari
Suryono, Anggota Komisi C DPRD dari Fraksi Golkar 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan lebat yang terjadi pada Minggu (2/10/2022) malam hingga Senin (3/10/2022) pagi menyebabkan rusaknya lahan pertanian di tiga Kapanewon Bantul. Puluhan hektar lahan dengan komoditas cabai, kacang tanah, jagung hingga padi terancam gagal panen.

Kondisi ini pun jadi perhatian DPRD Bantul dalam hal ini menyoroti kelancaran saluran irigasi sebagai salah satu penyebab lahan tergenang. 

Suryono, Anggota Komisi C DPRD Bantul menyatakan salah satu tugasnya adalah berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air yang ada di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul.

Baca juga: Dukuh di Sleman Mengundurkan Diri, Diduga Terlibat Asusila dan Nyaris Didemo Warga

"Selama ini Komisi C terus mendorong, mendukung Bidang Sumber Daya Air untuk memperbaiki saluran irigasi yang kurang begitu berfungsi," ujarnya Rabu (5/10/2022).

Ke depan, pihaknya pun akan mendorong agar ada anggaran untuk memperbaiki saluran irigasi, drainase atau selokan yang berfungsi untuk pengairan pertanian. Terlebih sektor pertanian adalah salah satu sektor unggulan yang ada di Kabupaten Bantul, selain pariwisata dan industri.  

"Komisi C akan memprioritaskan karena dengan adanya hujan tentu kita harus waspadai, mana saja selokan atau saluran irigasi yang perlu kita perbaharui akan jadi bahasan selanjutnya," jelas Suryono yang berasal dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Sementara dari data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantu, lahan yang terendam air karena hujan pada awal pekan ini yakni berada di Lanteng, Kapanewon Imogiri, Tirtoharjo, Kapanewon Kretek dan lahan pertanian di Srigading, Kapanewon Sanden.

Lahan pertanian di Lanteng yang terendam mencapai 50 hektar dan  sebagian besar ditanami cabai merah besar dan tanaman kacang tanah.

Sedangkan di lahan pertanian di Tirtohargo dan Srigading yang terendam air hujan mencapai hampir 60 an hektar. Tanaman yang terendam sebagian besar tanaman cabai merah besar yang siap panen, tanaman jagung hingga padi.  

Secara prinsip, Suryono mendorong bidang sumber daya air agar dapat sering memantau kondisi saluran irigasi. Termasuk Komisi C sering mengadakan sidak ke saluran irigasi yang sekiranya sudah rusak. Karena dengan adanya perbaikan saluran irigasi maka juga akan berkontribusi peningkatan sektor pertanian.  

"Termasuk sidak di daerah Imogiri di Bantul timur, di sana juga ada irigasi yang putus sehingga kurang maksimal pengairan di hilir," terang Suryono.

Salah satu upaya melancarkan saluran irigasi adalah dengan program padat karya. Program yang didanai dari Pemkab Bantul maupun provinsi ini disebutnya dapat mengatasi permasalahan yang di masyarakat.

Masyarakat pun tak perlu menunggu pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan, karena tiap tahun program padat karya ini dipastikan ada dan bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat.

"Bisa pakai program padat karya, tak hanya untuk saluran irigasi tapi juga saluran-saluran yang melewati pemukiman warga. Dengan padat karya ini, selain pemberdayaan juga menciptakan tenaga kerja, mengurangi pengangguran. Ini adalah program yang tepat sasaran," tandasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melandai, Selter Bener Kota Yogyakarta Nol Pasien Sebulan Terakhir

Dalam kesempatan itu, ia pun mengimbau agar warga masyarakat dapat bergotong royong membenahi saluran irigasi yang mampet. Sebenarnya upaya tersebut tak perlu menunggu hujan turun, tapi dapat dilakukan jauh sebelumnya sebagai bentuk antisipasi jika musim hujan tiba.  

"Kami juga menampung aspirasi masyarakat melalui reses, apa yang jadi permasalah masyarakat tolong disampaikan ke anggota dewan. Karena tidak mungkin dewan tahu semua permasalahan di masyarakat, maka tolong sampaikan. Nanti ke depan, akan dibahas di pokok-pokok pikiran dewan dan akan kita bahas dengan pemda  agar ada solusinya," pungkasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved