GLOBAL VIEWS 

Kabinet Zelensky Goyah, Menhan Terancam Dipecat

Menhan Rustam Umerov dan Kepala Intelijen Kiril Budanov terancam dipecat akibat kegagalan serangan militer ke Kursk Rusia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui negaranya diujung tanduk dan bakal terpaksa lebih banyak menyerahkan wilayahnya ke Rusia. 

Hampir bersamaan pemberhentian Dmitri Kuleba, sederet Menteri Ukraina juga didepak dari pemerintahan.

Wakil Perdana Menteri untuk Integrasi Eropa Olga Stefanishina termasuk di antara mereka yang diberhentikan.

Kemunduran demi kemunduran, serta semakin beratnya posisi Ukraina dalam peperangan dengan Rusia, belakangan membuat Zelensky semakin kehilangan kendali.

Pembersihan para pejabatnya dilakukan ketika Ukraina tidak menunjukkan kemajuan atau sebaliknya mengalami kemunduran di berbagai front.

Ketika sebuah jet tempur F-16 milik Ukraina bantuan Denmark rontok, Zelensky langsung mencopot Kepala Staf Angkatan Udara Ukraina.  

Sebelumnya lewat proses alot, Zelensky mencopot tokoh kuat Jenderal Valery Zaluzhny, yang dianggap gagal memobilisasi pasukan dan menahan gerak maju pasukan Rusia di front Donbass.

Zaluzhny digantikan Jenderal Aleksander Syrksy, yang turut merancang serangan kilat lintas batas pasukan Ukraina ke Wilayah Kursk Rusia.  

Beberapa analis politik militer memandang rentetan pembersihan ala Zelensky itu sebagai upaya Yermak memusatkan kekuasaan dengan menempatkan tokoh-tokoh yang setia kepada kantor Zelensky.

Tapi resafel pejabat strategi Ukraina tu juga dipandang bukti meningkatnya disfungsi dalam pemerintahan Zelensky.

Volodymir Zelensky dalam penjelasannya, bersikeras menyatakan perombakan kabinet diperlukan untuk memberikan kekuatan baru kepada lembaga-lembaga negara

Zelensky agaknya ingin menyusun kekuatan baru menjelang tur Amerikanya, menemui Joe Biden, Kamala Harris, dan Donald Trump.

Lewat kanal Telegram pribadinya, Zelensky mengumumkan rencana kemenangan, yang proposalnya akan disampaikan ke pemimpin Amerika.

Detil rencana itu apa, tidak dijelaskan, dan dikatakan masih rahasia. Namun Zelensky mengisyaratkan formula itu akan menentukan nasib Ukraina sekarang dan ke depannya.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Zelensky menyodorkan formula penyelesaian konfliknya dengan Rusia, dalam skema menurut mereka.

Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menuding Tiongkok (China) sebagai alat Rusia untuk mendorong negara di Asia melewatkan pertemuan puncak perdamaian di Swiss bulan ini.
Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menuding Tiongkok (China) sebagai alat Rusia untuk mendorong negara di Asia melewatkan pertemuan puncak perdamaian di Swiss bulan ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

Konferensi Ukraina di Swiss beberapa waktu lalu sebenarnya juga bermaksud menggolkan formula ini, tapi gagal karena banyak pihak menentangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved