tips kesehatan
Ini Bahaya Tidak Periksa Kehamilan Bagi Ibu Hamil dan Janin
Beberapa tanda bahaya kehamilan memerlukan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Kurangnya pergerakan janin misalnya
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Pemeriksaan kehamilan atau yang sering disebut antenatal care (ANC) adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin selama masa kehamilan.
Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan.
Apa Saja yang Dilakukan Selama Pemeriksaan Kehamilan?
- Pemeriksaan fisik: Memeriksa tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (tinggi rahim), dan mendengarkan detak jantung janin.
- Tes laboratorium: Meliputi pemeriksaan darah dan urine untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil dan janin.
- Ultrasonografi: Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi janin di dalam kandungan.
Baca juga: 7 Jenis Jamu Herbal dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Diilansir Tribun Jogja dari laman AyoSehat Kemenkes Ri, pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal empat kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga.
Bahaya Tidak Memeriksakan Kehamilan
Tidak memeriksakan kehamilan bisa membuat ibu hamil menghadapi bahaya berikut:
1. Tidak mendapat penanganan yang tepat
Pada masa kehamilan, mual dan muntah memang terdengar wajar terutama pada trimester pertama kehamilan.
Namun mual dan muntah yang berlebih bisa menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan penurunan kesadaran.
Beberapa tanda bahaya kehamilan memerlukan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Kurangnya pergerakan janin misalnya, bisa menjadi tanda bayi mengalami kekurangan oksigen atau kekurangan gizi.
Bila Bunda merasa gerakan si kecil sangat sedikit atau di bawah sepuluh kali dalam dua jam janin bergerak di bawah sepuluh kali, segera temui tenaga kesehatan, ya.
2. Tidak mengetahui adanya komplikasi kehamilan
Riwayat penyakit ibu sebelum hamil bisa menjadi faktor penentu kondisi fisik ibu pada masa kehamilan.
Karena komplikasi kehamilan, bayi yang lahir bisa saja berakhir lahir prematur, lahir sebagai bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).
Adapun berbagai kondisi lainnya yang berisiko membahayakan bayi maupun ibu yang akan melahirkan adalah preeklamsia, darah tinggi, asma, dan macam-macam penyakit bawaan.
Komplikasi menambah risiko tidak hanya pada ibu pada saat proses melahirkan, namun juga kepada calon bayi.
Baca juga: 7 Olahraga Kardio yang Baik untuk Kesehatan Jantung
Bahaya Tidak Memeriksakan Kehamilan
ibu hamil
kehamilan
Kesehatan Ibu Hamil
Janin
Kesehatan Janin
Tribunjogja.com
| 7 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan dan 3 Efek Sampingnya |
|
|---|
| Menggertakkan Gigi Saat Tidur: Pennyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Makanan Aneh yang Ternyata Super Sehat, Kaya Nutrisi yang Terkandung di Dalamnya |
|
|---|
| Nasi Kemarin Sore Lebih Sehat untuk Cegah Gula Darah Naik, Ini Faktanya |
|
|---|
| Kentut Ternyata Bisa Jadi Indikator Kesehatan Usus yang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/9-Larangan-untuk-Ibu-Hamil-Menurut-Primbon-Jawa-Jangan-Bunuh-Binatang-Jangan-Pakai-Perhiasan.jpg)