tips kesehatan

Ini Bahaya Tidak Periksa Kehamilan Bagi Ibu Hamil dan Janin

Beberapa tanda bahaya kehamilan memerlukan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Kurangnya pergerakan janin misalnya

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
PEXELS/andre-furtado
9 Larangan untuk Ibu Hamil Menurut Primbon Jawa, Jangan Bunuh Binatang, Jangan Pakai Perhiasan 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemeriksaan kehamilan atau yang sering disebut antenatal care (ANC) adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin selama masa kehamilan.

Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Apa Saja yang Dilakukan Selama Pemeriksaan Kehamilan?

- Pemeriksaan fisik: Memeriksa tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (tinggi rahim), dan mendengarkan detak jantung janin.

- Tes laboratorium: Meliputi pemeriksaan darah dan urine untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil dan janin.

- Ultrasonografi: Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi janin di dalam kandungan.

Baca juga: 7 Jenis Jamu Herbal dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Diilansir Tribun Jogja dari laman AyoSehat Kemenkes Ri, pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal empat kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga.
 
Bahaya Tidak Memeriksakan Kehamilan 

Tidak memeriksakan kehamilan bisa membuat ibu hamil menghadapi bahaya berikut:
 
1. Tidak mendapat penanganan yang tepat

Pada masa kehamilan, mual dan muntah memang terdengar wajar terutama pada trimester pertama kehamilan.

Namun mual dan muntah yang berlebih bisa menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan penurunan kesadaran. 

Beberapa tanda bahaya kehamilan memerlukan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Kurangnya pergerakan janin misalnya, bisa menjadi tanda bayi mengalami kekurangan oksigen atau kekurangan gizi.

Bila Bunda merasa gerakan si kecil sangat sedikit atau di bawah sepuluh kali dalam dua jam janin bergerak di bawah sepuluh kali, segera temui tenaga kesehatan, ya.
 
2. Tidak mengetahui adanya komplikasi kehamilan

Riwayat penyakit ibu sebelum hamil bisa menjadi faktor penentu kondisi fisik ibu pada masa kehamilan.

Karena komplikasi kehamilan, bayi yang lahir bisa saja berakhir lahir prematur, lahir sebagai bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). 
 
Adapun berbagai kondisi lainnya yang berisiko membahayakan bayi maupun ibu yang akan melahirkan adalah preeklamsia, darah tinggi, asma, dan macam-macam penyakit bawaan.

Komplikasi menambah risiko tidak hanya pada ibu pada saat proses melahirkan, namun juga kepada calon bayi. 

Baca juga: 7 Olahraga Kardio yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved