BPOM Yogyakarta Perketat Pengawasan Produk Pangan dan Obat-obatan
epala BPOM Yogyakarta, Bagus Heri Purnomo, mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari BPOM pusat terhadap Roti Aoka
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menanggapi isu viral Roti Aoka yang dikabarkan mengandung zat berbahaya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap produk pangan dan obat-obatan di wilayahnya.
Kepala BPOM Yogyakarta, Bagus Heri Purnomo, mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari BPOM pusat terhadap Roti Aoka.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di pasaran.
"Fenomena Roti Aoka memang ramai di media sosial, kami sedang menunggu klarifikasi dan penjelasan dari BPOM pusat mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah keluar," kata Bagus, Senin (22/7/2024).
Bagus menegaskan bahwa BPOM Yogyakarta akan terus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap produk pangan dan obat-obatan untuk memastikan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.
"Pengawasan dari obat dan makanan yang beredar dari hulu sampai hilir pasti terus kami tingkatkan. Untuk Roti Aoka ini kami kan belum tahu seperti apa dan pastinya kami selalu siap dan menunggu hasil klarifikasi dari pusat. Semuanya menunggu dari BPOM," jelasnya.
Baca juga: BPOM Gelar Sosialisasi Tupoksi dan Rekrutmen 2024 di UGM, Sediakan 781 Formasi CASN
Lebih lanjut, Bagus mengungkapkan bahwa hingga triwulan kedua 2024, BPOM Yogyakarta telah melakukan pengawasan terhadap 114 sarana produksi, 362 sarana distribusi, dan 1.163 iklan bahan pangan dan obat-obatan.
Dari hasil pengawasan tersebut, ditemukan 33 sarana produksi, 63 sarana distribusi, dan 342 iklan yang tidak memenuhi ketentuan.
"Terhadap sarana tersebut kami sudah melakukan pembinaan dengan peringatan, pemusnahan produk, penghentian sementara dan pembinaan," katanya.
Total produk pangan dan obat-obatan yang dimusnahkan mencapai 1.603 produk dengan nilai nominal Rp40 juta lebih.
BPOM Yogyakarta juga memaksimalkan proses pengawasan melalui patroli siber untuk memantau iklan di berbagai marketplace dan media sosial pribadi.
"Siber patroli memang sudah sampai ke akun pribadi, marketplace dan sosial media. Semua sudah kami awasi dan akan terus kami tingkatkan di akun sosmed yang sifatnya lebih pribadi," pungkas Bagus. (HAN)
Intensifikasi Pangan Selama Ramadan, BPOM Yogyakarta Temukan Produk Rusak dan Berformalin |
![]() |
---|
BPOM Yogyakarta Imbau Masyarakat Cek KLIK Sebelum Beli Parsel Lebaran |
![]() |
---|
BBPOM DIY Perkuat Pengawasan dan Inovasi Demi Keamanan Produk 2025 |
![]() |
---|
BPPOM DIY Dorong Kolaborasi dan Teknologi Digital untuk Optimalkan Pengawasan |
![]() |
---|
Penjelasan BPOM Soal Roti Aoka Bisa Tahan Sampai 3 Bulan Meski Negatif Natrium Dehidroasetat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.