Rumah Maggot Klangon Buka Suara Terkait Aktivitas Pemilihan Pembakaran Sampah
Arthur Rumantio mengatakan yang menjadi polemik adalah Rumah Maggot Klangon dikhawatirkan menjadi tempat pengolahan sampah.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Lalu, beberapa waktu lalu sampah dari dua armada truk dump itu bisa diselesaikan dalam satu hari oleh para pekerjanya.
Akan tetapi, dikarenakan saat ini jumlah perkerja itu berkurang, sehingga membutuhkan cukup waktu untuk mengolahnya.
Saat disinggung terkait izin operasional, kata Arthur sedang diproses. Namun, seluruh mekanisme pengelolahan dan budidaya maggot secara umum sudah disampaikan ke sejumlah instansi termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul.
"Kami sudah menyampaikan standard operating procedure, dan desain tungku pembakarannya ke DLH Bantul. Karena kami juga tidak mau merugikan masyarakat," tuturnya.
Kendati demikian, kini pihaknya kembali berencana untuk fokus mengolah sampah organik untuk budidaya maggot.
Artinya, masalah pengolahan sampah secara pembakaran tidak akan dilakukan.
"Kami posisi budidayanya juga masih kecil. Sekali panen sekitar 200 kilogram per dua minggu dan selama ini, maggot itu dibeli oleh konsumen dari Sleman, Klaten, hingga Jawa Timur," tutup Arthur.(*)
| Kasus Mafia Tanah Korban Bryan Manov Belum Kelar, Pemkab Bantul: Masih di Polda DIY, Uji Labfor |
|
|---|
| KNPI Bantul Ajak Pemuda Jaga Kelestarian Ekosistem Alam |
|
|---|
| DPRD Bantul Lakukan Penyesuaian Skema WFH Sekali dalam Seminggu |
|
|---|
| Siasati Gejolak Global, Perusahaan Migas di Indonesia Pastikan Suplai Migas Tetap Aman |
|
|---|
| Rekonstruksi Pembunuhan Kitin Yogatama Digelar di Mapolres Bantul, Tersangka Peragakan 53 Adegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-bakar-sampah.jpg)