Viral Karyawan Pabrik Tekstil di Sleman Curhat Dirumahkan Perusahaan, Nasibnya Terombang-ambing

Sebuah unggahan di media sosial yang bernarasikan curahan hati seorang pekerja pabrik yang dirumahkan viral di media sosial.

|
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.istimewa
Ilustrasi pesangon PHK 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Sebuah unggahan di media sosial yang bernarasikan curahan hati seorang pekerja pabrik yang dirumahkan viral di media sosial.

Curahan pekerja pabrik tekstil di wilayah Sleman itu viral setelah diunggah di media sosial oleh aku @merapi_uncover.

Dalam unggahannya, pekerja itu mengaku sudah satu bulan dirumahkan oleh manajemen perusahaan.

Selain itu juga ada tunggakan gaji yang belum dibayarkan.

Pekerja ini menceritakan jika nasibnya saat ini terombang-ambing dan terpaksa harus mencari nafkah serabutan.

Sebab sudah selama satu bulan lebih dirumahkan. Ia pun prihatin dan kecewa dengan tanggungjawab perusahaan karena sampai dengan saat ini tunggakan gaji belum dibayarkan.

Termasuk dengan tunggakan THR yang juga belum dibayarkan.

Diceritakan pula jika sudah lapor ke dinas terkait. Namun belum menemui hasil yang diharapkan.

"Mohon di bantu up kan lur. Saya adalah salah satu karyawan pabrik tekstil di wilayah Sleman yg masih milik BUMN.

Namun nasib kami sekarang terombang-ambing. Dan terpaksa harus mencari nafkah serabutan diluar. Selama satu bulan lebih kami dirumahkan. Ya kalau diluar pabrik masih punya sambinan lain/usaha lain. Jika tidak punya gmna nasib tmn2 saya yg hny mengandalkan uang dari pabrik mungkin bisa lelah pikiran dan down min dengan kahanan yg sekarang. Saya sangat prihatin dan sangat kecewa dgn tanggung jawab perusahaan karena sampai hari ini tunggakan upah dan gaji menurut saya besar sebagai buruh pabrik karena kurleb dri golongan terendah 6-7 jt ada yg blm terbayarkan dan masih ada denda2 juga krn pelanggaran perusahaan terhadap kami. THR thn ini pun juga msih memiliki tunggakan. Jamsostek pun jg memiliki permasalahan tunggakan. Pihak perusahaan hny memberi kata dan janji manis yg bnyk blm terealisasi. Laporan ke dinas terkait namun blm menemui hasil yg diharapkan. Mohon bantuan min,"tulis pekerja yang dirumahkan dalam unggahan di akun @merapi_uncover seperti yang dikutip Tribun Jogja, Rabu (10/7/2024).

Unggahan itupun langsung viral. Hingga Rabu (10/7/2024) siang, unggahan itu mendapatkan like lebih dari 10 ribu warganet dan dikomentari lebih dari 800 orang.

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DI Yogyakarta (DIY) Dani Eko Wiyono menyebut lebih dari 500 pekerja yang dirumahkan oleh manajemen pabrik tekstil di wilayah Sleman tersebut.

Kemudian 15 orang sudah diputus hubungan kerja (PHK).

Menurut Eko, pihaknya sudah memberikan advokasi terhadap para pekerja pabrik tersebut.

"500 lebih (pekerja) dirumahkan. Security cuma paling jaga," ujarnya, Selasa (9/07/2024).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved