Alasan Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Dibuka Beberapa Jam

Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz lantaran menilai Israel telah melakukan pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
google earth
Selat Hormuz 

Ringkasan Berita:
  • Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah menilai Israel melanggar gencatan senjata melalui serangan mematikan ke Lebanon dan pengoperasian drone di wilayah Iran, hanya beberapa jam setelah jalur tersebut sempat dibuka terbatas.
  • Sebelum ditutup, Iran sempat menerapkan kontrol ketat berupa biaya transit sebesar 2 juta dolar AS per kapal dan sistem verifikasi selektif, menggunakan selat strategis ini sebagai alat tawar politik sekaligus sumber pendapatan ekonomi.

 

TRIBUNJOGJA.COM – Pembukaan Selat Hormuz untuk kapal tangker hanya berlangsung selama beberapa jam saja setelah sebelumnya Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata.

Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz lantaran menilai Israel telah melakukan pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata pada Kamis (9/4/2026).

Penutupan kembali Selat Hormuz ini dilakukan oleh Iran setelah Israel menyerang wilayah Lebanon hingga memakan banyak korban jiwa.

Serangan Israel yang menyasar wilayah sipil dan kawasan komersial di Beirut, termasuk area yang menjadi basis Hezbollah, dilaporkan menewaskan ratusan orang.

Data yang dikutip dari NBC International menyebutkan sedikitnya 182 korban jiwa dalam satu hari, sementara sejumlah laporan internasional lainnya memperkirakan angka tersebut bisa mencapai lebih dari 250 orang, dengan lebih dari 1.000 lainnya mengalami luka-luka.

Serangan itu pun langsung direspon Iran dengan menutup kembali jalur pelayaran paling vital itu.

Penutupan kembali Selat Hormuz ini juga sudah diberitakan oleh kantor berita Iran.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS sebelumnya memuat sejumlah poin penting.

Termasuk di dalamnya larangan melakukan penyerangan ke wilayah Lebanon dan penerbangan pesawat serta drone militer ke wilayah-wilayah Iran.

Teheran menilai serangan yang dilancarkan oleh Israel ke wilayah Lebanon adalah  pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati bersama Amerika Serikat.

Iran juga menegaskan Lebanon merupakan bagian dari satu front konflik yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika regional.

Oleh karena itu, serangan Israel yang terus berlanjut dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap komitmen damai yang telah disepakati bersama.

Selain penyerangan ke wilayah Lebanon, menurut Iran, pelanggaran lainnya yang dilakukan adalah penerbangan drone ke wilayah Iran setelah adanya kesepakatan gencatan senjata.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved