Batik Pakualaman, Perpaduan Tradisi, Sastra dan Wastra yang Penuh Filosofi
Setiap motif Batik Pakualaman memiliki filosofi yang mendalam, mencerminkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan spiritual masyarakat Pakualaman.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
Ia mengatakan, dalam dua bab terakhir pada Buku Batik Pakualaman, diungkapkan bahwa pada setiap helai batik naskah tersembunyi filosofi dari motif yang tertulis pada batik itu.
Hal ini menunjukkan bahwa inovasi berupa batik naskah yang dilakukan GKBRAA Paku Alam secara tidak langsung mengembalikan fungsi batik sebagai sarana pembelajaran moral, etika, dan filsafat.
Serta nilai-nilai luhur yang diharapkan diteladani oleh keluarga besar Pakualaman dan masyarakat pada umumnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan Buku Batik Pakualaman dari GKBRAA Paku Alam kepada perwakilan peserta pengenalan Buku Batik Pakualaman.
Di antaranya, Prof. Mateu Isac Cohen dari Yale University, Amerika. Silvi Werdany Puntowati dari Volken Kunde Museum dan Ibu Ketua Bhayangkari dari perwakilan Forkopimda. Serta diikuti penyerahan buku kepada seluruh hadirin oleh panitia. (*)
| Media Tour Menyusuri Denyut Kehidupan Desa Sentra Batik Kayu di Bantul Binaan Astra |
|
|---|
| Batik Tulis Terancam Tekstil Printing Impor, Regenerasi Perancang Motif Mendesak Dilakukan |
|
|---|
| Angkat Motif Elang Jawa, PSS Sleman dan Rianty Batik Resmi Luncurkan Koleksi Kolaborasi |
|
|---|
| Kunjungi Pura Pakualaman, Delegasi WCI Belajar Pemberdayaan Perempuan Lewat Batik Gusti Putri |
|
|---|
| Cerita Tugu Kecil di Gang Sempit Jagalan Ledoksari, Saksi Bisu Ekonomi Yogyakarta 100 Tahun Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Buku-Batik-Pakualaman.jpg)