Kisah Inspiratif
Wanita Asal Gunungkidul Sukses Perkenalkan Batik hingga ke Jepang
Ia bercerita bahwa batiknya sempat diekspor ke Jepang secara berkala...
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM -- Bagi Widji (33), membatik bukan sekadar ladang penghasilan, melainkan wujud nyata dari hobi yang ia jalani sepenuh hati.
Ketulusan dalam berkarya ini rupanya sukses membawa produk batiknya terbang jauh, bahkan hingga ke Jepang.
Perjalanan Widji dengan batik dimulai pada tahun 2010 saat ia mengikuti kursus membatik.
Tak disangka, seni tradisional ini memikat hatinya, hingga akhirnya pada 2019 ia memantapkan langkah untuk mendirikan usaha batiknya sendiri, yang diberi nama Serodja Widji Bathik.
Dengan tangan yang sangat telaten, Widji seolah menari bersama canting di atas lembaran kain putih, menghasilkan motif-motif indah sebuah batik tulis.
Produk-produk Serodja Widji Bathik telah tersebar luas, menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Namun, pencapaian terbesar dalam pemasaran mereka adalah saat karya Widji berhasil menembus pasar internasional.
“Pernah sampai ke Jepang juga,” ungkap Widji saat ditanya perihal persebaran produknya, Minggu (19/10/2025).
Ia bercerita bahwa batiknya sempat diekspor ke Jepang secara berkala. Sayangnya, kegiatan ekspor tersebut terhenti setelah peraturan lockdown diberlakukan pada tahun 2020.
Meski menghadapi tantangan, semangat Widji untuk berkarya tidak pernah padam. Justru, ia menggunakan momen tersebut untuk berinovasi.
Widji mulai mengombinasikan keahlian batik tulisnya dengan teknik lain yang menarik, yaitu ecoprint dan suminagashi.
Dalam teknik ecoprint, Widji memanfaatkan kekayaan alam sekitarnya, seperti daun jati dan daun kersen.
Perpaduan antara batik dan cetakan daun ini memberikan sentuhan alami yang ramah lingkungan pada produk Serodja Widji Bathik.
Sementara itu, kombinasi batik dengan teknik suminagashi menghadirkan corak warna yang khas dan unik.
Teknik suminagashi, atau Sumi Ink, adalah seni memindahkan pola tinta yang mengambang di permukaan air ke atas lembaran kain, menciptakan efek menyerupai marmer (marble) yang estetis.
| Kabar Lea Bocah SD di Kulon Progo Asuh Adik Saat Ibu Jalani Kemoterapi |
|
|---|
| Kisah Bripda Khoirudin Mustakim Harumkan Nama Klaten di SEA Games 2025 |
|
|---|
| Dias Rizki Anak Penjual Sate Asal Cilacap Jadi Wisudawan Terbaik Untidar Magelang |
|
|---|
| Kisah Muhammad Suryo Alumni UPN Yogyakarta Jadi Bos Rokok HS hingga Tambang |
|
|---|
| Tiga Dekade, Tujuh Presiden: Kisah Honorer Magelang Akhirnya Diangkat ASN PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Widji-Batik.jpg)