Tips dan Cara

5 Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Menghadapinya

Lingkungan kerja yang toxic tak hanya berdampak pada kesejahteraan mental dan emosional karyawan, tapi juga produktivitas perusahaan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Freepik
ilustrasi lingkungan kerja 

Merujuk peraturan pemerintah, bekerja di luar jam kerja seharusnya dihitung sebagai lembur.

Apabila Anda tidak mendapatkannya, bisa dibilang bahwa perusahaan Anda telah mengambil hak dari pekerjanya.

3. Atasan yang narsis

Laman Society for Human Resource Management (SHRM) menyebutkan bahwa rekan kerja, khususnya atasan yang narsistik, bisa menjadi salah satu ciri lingkungan kerja yang toxic.

Pasalnya, seseorang yang narsistik cenderung tidak bisa menerima masukan dan hanya berfokus pada dirinya sendiri.

Kondisi ini akan membuat Anda harus menuruti semua keputusannya meskipun pendapat tersebut sebenarnya kurang tepat.

4. Persaingan tidak sehat

Sebagai tim, sudah selayaknya Anda saling memberi dukungan antarrekan kerja. Jika yang terjadi justru sebaliknya, bisa jadi artinya kantor Anda dipenuhi oleh orang-orang toksik.

Pada lingkungan kerja yang sehat, ketika suatu tim melakukan kesalahan, orang-orang yang terlibat di dalamnya akan menyelesaikan permasalahan tersebut alih-alih saling melempar tanggung jawab.

Fenomena lain yang cukup banyak ditemukan dalam kantor yang toxic adalah berebut naik jabatan atau mendapatkan bonus.

Keputusan itu seharusnya didasarkan pada kinerja masing-masing individu atau tim, bukan hal lain yang tidak berkaitan dengan urusan profesional.

5. Tidak ada ruang untuk berkembang

Supaya setiap orang bisa memberikan performa yang lebih baik, sudah selayaknya suatu perusahaan memberikan ruang untuk berkembang bagi pekerjanya.

Contoh dukungan yang bisa diberikan adalah kenaikan pangkat, gaji, atau bonus. Fasilitas ini biasanya diberikan sesuai periode dan hasil kerja Anda.

Jadi, jika Anda sudah bekerja selama beberapa tahun, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan pekerjaan baru.

Baca juga: 6 Dampak Negatif Bermain Game Online ke Kesehatan Mental

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved