18 Tahun Gempa Jogja

PSIM Yogyakarta: Kenangan Eks Punggawa Laskar Mataram Kala Gempa Jogja 2006 Melanda

Tim yang dibesut oleh Sofyan Hadi kala itu akan melakoni partai tandang kontra Persekabpas Pasuruan dalam lanjutan Liga 1 yang saat itu bernama Liga I

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.Tribun Timur
Ilustrasi gempa bumi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pagi itu punggawa PSIM Yogyakarta tengah bersiap untuk berangkat ke Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Tim yang dibesut oleh Sofyan Hadi kala itu akan melakoni partai tandang kontra Persekabpas Pasuruan dalam lanjutan Liga 1 yang saat itu bernama Liga Indonesia Divisi Utama.

Namun, partai tandang itu gagal terlaksana karena gempa bumi besar terjadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gempa yang kemudian dikenal dengan sebutan Gempa Jogja 2006 itu meluluhlantakkan fasilitas infrastruktur yang ada di Yogyakarta.

Bencana itu terjadi pada hari Sabtu, 27 Mei 2006 tepat pukul 05:53:57 WIB.

Baca juga: 18 Tahun Gempa Jogja: BPBD Bantul Lakukan Refleksi, Sebut 5.000 Lebih Jiwa Terdampak

Dalam Kalender Jawa, hari itu merupakan hari Sabtu Wage, 28 Bakda Mulud atau Rabiul Akhir 1939 Tahun Jawa (TJ).

Sejumlah mantan punggawa PSIM Yogyakarta masih mengingat jelas dahsyatnya gempa berkekuatan 5,9 magnitudo dengan kedalaman 33 kilometer itu.

"Kami lagi persiapan mau ke Pasuruan, sudah mandi, saya baru sarapan. Habis itu tiba-tiba gempa, saya lari keluar sampai piringnya saya bawa keluar," kenang salah satu pemain PSIM Yogyakarta, Hatri Nur Handaya, Senin (27/5/2024).

Dia yang saat itu berada di mes pemain bersama sejumlah pemain PSIM lainnya lalu melihat ke arah Gunung Merapi, kebetulan saat kejadian Gunung Merapi juga sedang aktif.

"Saya langsung lihat Gunung Merapi, karena pada saat itu Gunung Merapi pada saat itu sedang aktif juga. Memang ada gumpalan asap, tapi setelah itu kan dikonfirmasi gempanya dari Bantul," ucapnya.

Tak hanya Hatri, para mantan official PSIM Yogyakarta juga tak lupa dengan gempa dahsyat itu.

Sebab, beberapa staf saat itu sudah berada di Bandara Adisutjipto. Mereka bersiap untuk terbang ke Surabaya dalam rangka lawatan ke Pasuruan.

"Jam 5 kami sudah siap ke bandara, kami sudah berangkat terlebih dahulu. Para perangkat seperti dokter dan pelatih juga sudah berangkat dahulu, terus nanti pemain baru nyusul," ucap Haris Budi Setyawan, Kepala Fisioterapi PSIM Jogja musim itu.

"Nah jam 6 kurang itu keluar semua yang di bandara karena gempa. Tidak jadi berangkat," katanya.

Setelah kejadian itu, tim asuhan Sofyan Hadi memutuskan untuk tetap berangkat ke bandara.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved