Tips Kesehatan

APA Itu Kutu Kemaluan, Bentuk, Penyebab dan Gejalanya

Kutu kelamin sering dijuluki sebagai crabs atau kepiting karena ciri-cirinya tersebut. Selain itu, kutu kemaluan memiliki warna coklat keabu-abuan. 

Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
bincangsyariah.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kutu kemaluan (Phthirus pubis) alias kutu kelamin adalah serangga parasit kecil yang hidup di rambut kasar manusia, termasuk rambut kemaluan.

Kutu kemaluan memiliki tiga bentuk, yaitu telur, nimfa, dan dewasa.

Telur kutu ; disebut juga dengan nit, sulit untuk dilihat dan berada erat melekat di pangkal rambut yang terkena kutu.

Nit ini biasanya akan menetas dalam waktu sekitar 6-10 hari.

Nimfa ; adalah kutu belum dewasa yang menetas dari telur. Jika diamati dari ukurannya, nimfa terlihat seperti kutu kemaluan dewasa tetapi berukuran lebih kecil. 

Nimfa kutu kemaluan membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu setelah menetas untuk berkembang menjadi kutu dewasa yang mampu bereproduksi.

Nimfa mampu bertahan hidup dengan menghisap darah manusia (inangnya). 

Kutu kemaluan dewasa ; menyerupai bentuk kepiting, tetapi berukuran sangat kecil. Parasit ini memiliki 6 kaki dengan kedua kaki depannya berukuran besar seperti capit. 

Kutu kelamin sering dijuluki sebagai crabs atau kepiting karena ciri-cirinya tersebut. Selain itu, kutu kemaluan memiliki warna coklat keabu-abuan. 

Ciri lainnya yakni kutu betina dewasa punya ukuran tubuh yang lebih besar ketimbang kutu betina jantan. Kutu betina ini juga menghasilkan telur selama hinggap di area kemaluan manusia.

Sama seperti nimfa, kutu dewasa juga harus memakan darah agar bisa bertahan hidup. Jika kutu kemaluan jatuh dari tubuh seseorang, kutu tersebut akan mati dalam 1-2 hari. 

Baca juga: 5 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Cara Penggunaannya untuk Sikat Gigi

Penyebabnya

Kutu kemaluan tidak terkait dengan malas menjaga kebersihan pribadi. Parasit kecil yang satu ini biasanya menyebar melalui kontak fisik dekat dengan orang yang terinfeksi. 

Kutu membutuhkan darah manusia untuk bertahan hidup. Itu sebabnya, parasit ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain.

Cara yang paling umum dalam penyebaran kutu adalah melalui kontak seksual, termasuk seks oral, vaginal, atau anal. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved