Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Kejati DIY Akan Selidiki Penyalahgunaan TKD secara Menyeluruh
Penyelewengan pemanfaatan TKD ini menjadi salah satu fokus penyidik Kejati DIY untuk beberapa waktu ke depan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) DIY terus melakukan upaya penanganan penyalahgunaan pemanfaatan Tanah Kas Desa ( TKD ) di DIY.
Penyelewengan pemanfaatan TKD ini menjadi salah satu fokus penyidik Kejati DIY untuk beberapa waktu ke depan.
Pasalnya nilai kerugian akibat penyelewengan pemanfaatan TKD tersebut tidaklah sedikit.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY, Ponco Hartanto, mengatakan saat ini pengungkapan kasus penyelewengan TKD di DIY belum semuanya terungkap.
Hal ini dikarenakan adanya proses pengumpulan barang bukti untuk setiap laporan penyalahgunaan TKD di DIY.
" TKD tetap berproses. Proses pengumpulan bukti yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Tunggu hasilnya lagi,” jelasnya, Senin (15/4/2024).
Ponco menuturkan, saat ini telah melakukan proses penyelidikan serta mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus penyalahgunaan TKD .
Baca juga: JCW Minta Penanganan Kasus TKD di Gandok Condongcatur Segera Dirampungkan
Harapannya dalam waktu dekat pihaknya bisa mengungkap satu per satu tersangka penyalahgunaan TKD .
Ponco menyebut saat ini penyelidikan sedang berfokus pada kasus di Candibinangun, Pakem, Sleman.
Namun, ia menegaskan bahwasanya kedepan akan ada beberapa kasus yang akan ditangani.
"Ke depan, 1 dulu lagi lah. Satu itu tetap Sleman,” lanjutnya.
Ponco mengakui bahwa keterbatasan waktu dan tim menjadi kendala dalam melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Ia menuturkan apabila semua laporan yang mengindikasikan penyalahgunaan TKD bisa diproses secara bersamaan, total ada 90 titik.
"Semua ada 90 titik kurang lebih 200 hektar. 200 Hektar itu kalau di nominal rupiah sekitar bisa mencapai Rp 2.000 triliun untuk seluruh DIY. Jadi tanah yang istilahnya di salah gunakan itu bisa mencapai Rp 2.000 triliun dan paling banyak di Sleman,” pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
| Dispar DIY Luncurkan Calender of Event, Sport Tourism Terus Dieksplor |
|
|---|
| Film 1 Kakak 7 Ponakan, Drama Keluarga yang Hangat di Penutupan JAFF 2024 |
|
|---|
| Festival Angkringan Yogyakarta 2024: Angkat Kuliner Ikonik dengan Sentuhan Modern |
|
|---|
| Formulasi Kenaikan UMP Mestinya Disesuaikan dengan Kondisi Daerah |
|
|---|
| Pemda DIY Ikuti Penjurian Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)