Dampak Ledakan 65 Ton Amunisi TNI di Bogor: 11 Jam Baru Padam, 200 Warga Mengungsi
Agus mengatakan, 65 ton amunisi itu sebelumnya berasal dari satuan-satuan di bawah Kodam Jaya.
Pasalnya, anggota TNI masih melakukan penyisiran untuk memastikan apakah masih ada amunisi yang tertinggal atau tidak di perumahan ini."Ini mah memang sudah kosong dari semalam dan masih dilakukan penyisiran," ujarnya di lokasi.
Beberapa warga yang datang sekitar pukul 10.00 WIB-10.42 WIB hanya diperkenankan untuk mengambil pakaian atau melihat kondisi rumah.
Di lokasi pengungsian Marlina (32), seorang warga Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, berbagi kisahnya setelah mengungsi akibat ledakan gudang amunisi TNI AD.
Bersama dengan 85 orang lainnya, Marlina harus mengungsi dari rumahnya yang berjarak hanya 10 meter dari gudang amunisi yang meledak. Pada saat ledakan terjadi, Marlina bersama keluarganya hendak berbuka puasa.
Namun, ledakan kedua yang lebih besar daripada yang pertama membuatnya ketakutan. Marlina memilih untuk kabur, sehingga keluarganya tidak bisa berbuka puasa.
"Kejadiannya kan ledakan pertama kecil sebelum Maghrib dikira tuh petir, ledakan kedua lumayan besar itu setelah adzan Maghrib terus pegawai tuh pada nyuruh warganya keluar rumah, nah warga udah keluar rumah ada ledakan lagi kencang langsung evakuasi keluar kampung, itu abis Maghrib," ujarnya.
Marlina kabur saat mendengar ledakan ketiga, yang menurutnya lebih besar dari yang pertama dan kedua. Meskipun ledakan tersebut terjadi hingga tiga kali, Marlina tidak melihat benda-benda yang berkaitan dengan senjata atau sejenisnya.
Namun, karena rumahnya dekat dengan lokasi kejadian, Marlina harus meninggalkan kediamannya dan mengungsi bersama keluarganya tanpa bisa membawa banyak barang.
"Waktu itu si pokoknya yang kepikiran selamet aja dulu gitu, nggak kepikiran apa yang harus dibawa, ngungsi sama suami, ibu, ada adik, ada anak dua umur 13 tahun sama 19 bulan," ungkapnya.
Di tempat pengungsian, Marlina mengaku tidak bisa tidur karena anaknya yang paling kecil terus meminta pulang. "(Keadaannya) berubah, seenak-enaknya bukan di tempat kita gitu kan. Saya nggak sahur, nggak bisa tidur juga karena si kecil rewel minta pulang terus," kata Marlina.
Suaminya sempat pulang untuk memeriksa kondisi rumah mereka, dan Marlina mendengar kabar bahwa rumahnya mengalami kerusakan dan ditemukan beberapa serpihan peluru.
"(Ada serpihan peluru) Iya, soalnya dia tadi sempat pulang tuh, karena yang nggak kena banyak serpihan itu boleh pulang terus balik lagi, yang benar-benar rumahnya ketumpuk (serpihan) belum bisa, termasuk rumah saya, tadikan (suami) ngecek ke rumah, jendela, pintu jebol, genteng jebol, plafon semua ambruk. Pokoknya semua rusak," paparnya.
Ganti Rugi
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak ledakan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Paldam Jaya TNI AD di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Saat tiba di Gudmurah Paldam Jaya, Kasad langsung memeriksa gudang yang meledak pada Sabtu (30/3) malam tersebut. Setelah pengecekan, Maruli menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat yang terkena dampak, terutama rumah-rumah di sekitar gudang amunisi.
Amunisi Mortir yang Ditemukan di Sleman Belum Berhasil Diledakkan, 4 Kali Disposal Gagal |
![]() |
---|
Daftar Perwira Tinggi yang Dimutasi Panglima TNI, Salah Satunya Sesmilpres Mayjen Kosasih |
![]() |
---|
Dua Warga Coba Selundupkan Amunisi ke Papua, Diduga Mau Dikirim ke KKB |
![]() |
---|
Libur Panjang, Antrean 3 Km Menuju Puncak: Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah dari Jakarta |
![]() |
---|
INFO Tiket Konser Mariah Carey di SICC Bogor 4 Oktober 2025, Harga Mulai Rp 1,5 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.