Dampak Ledakan 65 Ton Amunisi TNI di Bogor: 11 Jam Baru Padam, 200 Warga Mengungsi

Agus mengatakan, 65 ton amunisi itu sebelumnya berasal dari satuan-satuan di bawah Kodam Jaya.

Editor: Joko Widiyarso
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Sebuah gudang peluru milik TNI, Kodam Jaya, di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meledak pada Sabtu (30/3/2024) malam. 

Kebakaran berhasil dipadamkan setelah 27 unit mobil kebakaran dikerahkan ke lokasi gudang amunisi Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

"Dapat kami pastikan titik api sudah kami padamkan, tapi hingga saat ini masih kami lakukan pendinginan untuk mengantisipasi panas-panas lain yang mungkin terdampak pada hal yang tidak kita inginkan," ujar Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan.

Selain memadamkan api, menurut Hasan, timnya juga telah melakukan penyisiran dan pembersihan sisa-sisa material yang terlempar akibat ledakan.

"Kami masih melakukan investigasi di sekitar lokasi untuk melakukan penyisiran dan pembersihan sisa-sisa material yang terlempar dari gudang tersebut," ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk tetap tenang.

"Kami juga mengimbau seluruh masyarakat di lokasi untuk tenang dan tidak khawatir lagi karena kita nilai dampaknya sudah tidak menimbulkan ledakan lagi." ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan mengklaim para warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Hasan juga menyebut tidak ada korban jiwa akibat ledakan gudang amunisi tersebut."Tidak ada korban sampai saat ini, kami hanya menunggu redanya aman, tingkat amannya dari gudang ini untuk diamankan," kata Hasan.

Atap Bolong

Warga di Perumahan Visalia Kota Wisata Cibubur terkena imbas dari ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Salah seorang warga bernama Andre mengatakan akibat gudang senjata tersebut meledak, genteng dan kaca di rumahnya hancur.

"Kaca pada pecah, genteng pada bolong," ujar Andre.

Ia mengungkapkan, pada saat ledakan terjadi warga di perumahan Visalia diminta untuk mengosongkan rumah. "Pas saat lagi meledak, warga disuruh keluar untuk mengosongi perumahan, suruh mengungsi," sambungnya.

Selain ledakan, beberapa amunisi seperti peluru dan granat dari lokasi kebakaran terpental ke perumahan ini. “Kalau yang tadi pagi sih cuma lima granat lempar yang mirip nanas,” ucap Andre.

Saat ini selongsong peluru dan granat sudah diamankan oleh Tim Gegana. Lalu Menurut Cito salah seorang sekuriti di perumahan Visalia, saat ini warga belum diperkenankan untuk kembali ke rumah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved