UPDATE Aktivitas Gunung Merapi Selasa 20 Februari 2024: Ada 11 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Bebeng

Teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter, Selasa (20/2/2024)

unsplash.com
Gunung Merapi, Indonesia 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta terus mengamati aktivitas Gunung Merapi.

Pada periode pengamatan Selasa (20/02/2024) pukul 00.00-06.00, teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Selain itu, BPPTKG Yogyakarta juga mencatat sejumlah kegempaan.

Guguran terjadi 14 kali, dengan amplitudo : 2-34 mm, dan durasi : 48.8-160.64 detik. 

Hybrid/Fase Banyak terjadi 3 kali, amplitudo : 2-8 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, dan durasi : 6.44-7.28 detik .

Vulkanik Dangkal terjadi 1 kali, amplitudo : 80 mm, dan durasi : 14.76 detik. 

Menurut pengamatan meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.

Suhu udara 15-19.5 °C, kelembaban udara 71-92 persen, dan tekanan udara 768.5-918.5 mmHg.

Sedangkan menurut pengamatan visual, gunung jelas.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 150 m di atas puncak kawah.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved