Pemilu 2024

Gibran Ingin Bertemu dengan Anies dan Ganjar Pasca-coblosan, Begini Tanggapan Capres Nomor Urut 1

Cawapres Prabowo Subianto tersebut mengaku sudah membuka komunikasi dengan kedua pasangan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Labib Zamani
Wali Kota Solo sekaligus cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/2/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO  - Gibran Rakabuming Raka ingin menemui pasangan capres-cawapres peserta Pemilu 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD pasca-pemungutan suara.

Cawapres Prabowo Subianto tersebut mengaku sudah membuka komunikasi dengan kedua pasangan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

"Ya nanti kalau beliau-beliau sudah memberikan saya kesempatan untuk sowan (bertemu)," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/2/2024).

"Saya sudah buka komunikasi kepada siapa pun. Kan saya tidak pernah menutup komunikasi," jelas Gibran.

Gibran mengaku keinginannya untuk bertemu dengan dua kontestan lainnya  ini masih menunggu waktu luang dari Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

"Nunggu beliau-beliau longgar dulu," jelasnya. "Untuk komunikasi (langsung) memang belum. Tapi saya sangat berharap dalam waktu dekat bisa ngobrol-ngobrol santai aja, sarapan pagi, atau ngopi-ngopi," sambung dia.

Disinggung terkait informasi adanya isu kecurangan pemilu, Gibran meminta pihak-pihak yang merasa menemukan adanya kecurangan untuk melaporkannya ke Bawaslu.

"Silakan dilaporkan jika ada kecurangan, kan sudah ada jalurnya sendiri," terang Gibran yang menjawab Wali Kota Solo.

Baca juga: Ganjar-Mahfud Unggul Sementara 37,67 Persen di Real Count Pilpres 2024 KPU di Luar Negeri 

Respon Anies

Terus bagaimana respon Anies Baswedan soal ajakan Gibran untuk bertemu?

Anies menyebut pertemuan dengan Gibran bisa berlangsung setelah semua proses pemilihan umum (Pemilu) 2024 berakhir.

“Ya nanti saja kalau sudah beres semua,” kata Anies di Masjid Al Alzhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2024).

Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah mengumpulkan berbagai data dan fakta soal kecurangan yang terjadi di lapangan selama proses pemungutan suara.

Anies menekankan bahwa yang terpenting bukan hanya siapa yang memenangkan Pilpres 2024, tetapi memastikan prosesnya berlangsung jujur dan adil.

“Yang penting (pemilu) terjadi jujur dan adil dan pemilihan itu berdasarkan pilihan warga, bukan berdasarkan tekanan, bukan berdasarkan imbalan,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved