HOAX! Anies Baswedan Masuk dalam Daftar Penikmat Uang Hasil Korupsi BTS Kemkominfo

tidak ditemukan bukti kredibel yang menunjukkan bahwa Anies Baswedan turut menikmati uang hasil korupsi BTS 4G Kominfo seperti yang diklaim unggahan

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
IST
Konten hoax yang menyatakan Anies Masuk dalam Daftar Penikmat Uang Hasil Korupsi BTS Kemkominfo 

TRIBUNJOGJA.COM - Beredar sebuah unggahan video di TikTok yang mengeklaim bahwa nama Anies Baswedan masuk dalam daftar penikmat uang hasil korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Adapun seperti diketahui, kasus tersebut melibatkan mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G. Plate.

Dalam unggahan di Tiktok tersebut tertulis narasi demikian :

'Hampir 7 Jam Diperiksa!! Jhonny G Plate Bocorkan Nama Anies Masuk Daftar Penikmat Uang Hasil Korupsi BTS 8 Triliun | Apakah Penerima Hasil Uang Korupsi Bisa Ditahan??'

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa konten video tersebut adalah salah atau hoax.

Sementara dilansir dari Kompas.com dalam artikel berjudul ‘Terbaru Achsanul Qosasi, Ini Daftar 16 Tersangka Korupsi BTS Bakti Kominfo dan Perannya’, yang diunggah pada 4 November 2023, tak ditemukan nama Anies Baswedan dalam daftar tersangka tersebut.

Baca juga: HOAX! KPU Mengubah Format Debat Capres-Cawapres 2024 Menjadi Tanpa Penonton

Dengan demikian, tidak ditemukan bukti kredibel yang menunjukkan bahwa Anies Baswedan turut menikmati uang hasil korupsi BTS 4G Kominfo seperti yang diklaim pada unggahan di Tiktok.

Adapun menjelang Pemilu 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warga masyarakat mewaspadai penyebaran informasi hoax.

Kondisi itu harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, keberadaan hoax mengenai Pemilu tidak hanya menurunkan kualitas demokrasi namun berpotensi memecah belah bangsa.

Tidak hanya menyasar para capres dan cawapres, isu hoax dan disinformasi yang ditemukan turut menyasar reputasi KPU dan penyelenggaraan pemilu untuk menimbulkan distrust terhadap Pemilu.

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi atau diselewengkan.

Kominfo pun turut mengimbau agar masyarakat selalu merujuk sumber-sumber tepercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved