Menuju Tahun Politik, Pelaku Usaha Tak Perlu Khawatir dengan Isu Resesi

Pakar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D menyarankan, pelaku usaha tak perlu khawatir dengan isu resesi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ardhike Indah
Pakar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D mengatakan ekonomi 2023 di Indonesia tidak seburuk yang diberitakan, Senin (16/1/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Prediksi tentang dinamika ekonomi di tahun 2024 mulai dibicarakan sejak 2023.

Sebab, banyak perkiraan mengatakan sejak tahun ini, ekonomi dunia sedang tidak stabil dan bisa saja berpengaruh ke tingkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Namun, Pakar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D menyarankan, pelaku usaha tak perlu khawatir dengan isu resesi maupun dinamika pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Stadion Kanjuruhan, 250 Steward Bertugas Jaga Pintu Tanpa Arahan Panpel

“Saran saya, pelaku bisnis itu tidak perlu khawatir. Secara umum, situasi ekonomi itu bagus kog, terutama mereka yang berorientasi pada pasar domestik,” terangnya dalam Sekolah Wartawan bertajuk ‘Resesi dan Masa Depan Perekonomian 2023’ di UGM, Senin (16/1/2023).

Dia melanjutkan, untuk mereka yang berorientasi pada pasar ekspor, perlu perhitungan yang lebih cermat mengingat angka ekspor menurun di sejumlah laporan triwulan.

“Situasi ekonomi seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang itu kan sedang tidak bagus,” tutur dia.

Ditanya mengenai perbandingan dengan resesi yang pernah terjadi di tahun 2020, Akhmad menilai tahun ini, perekonomian Indonesia jauh lebih baik.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Minta Popok XXL di Rutan KPK

Menurutnya, ini waktu yang tepat untuk optimis.

“Kalau kita merasakan susah-susahnya 2020, maka Insya Allah, 2023 kita tidak akan seperti itu,” bebernya.

Akhmad menambahkan, invasi Rusia ke Ukraina juga tidak berdampak langsung ke Indonesia, meski berpengaruh kepada negara mitra dagang.

“Tahun politik juga tidak berpengaruh. Justru silahkan saja pilih capres, cawapres, sablon spanduk, bikin kaus, itulah yang meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya. (ard)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved