Politik Global
Menhan Jerman Rontok Ditekan Publik, Akhirnya Minta Diberhentikan
Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht meminta diberhentikan Kanselir Jerman menyusul ketidapercayaan publik Jerman atas kepemimpinannya.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN - Christine Lambrecht, Menteri Pertahanan Jerman, tak bertahan dan minta mundur, Senin (16/1/2023).
Ia tertekan dan memutuskan untuk minta diberhentikan setelah serangkaian kecaman publik atas perilaku dan ketidakpercayaan memimpin militer Jerman.
Lambrecht dianggap tidak becus memimpin negara dalam merevitalisasi pasukan militernya yang telah lama diabaikan di tengah krisis Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan, Lambrecht menyatakan, dia telah meminta kanselir Jerman memberhentikannya dari jabatannya.
"Hari ini saya meminta kanselir untuk memberhentikan saya dari jabatan Menteri Pertahanan Federal," kata Lambrecht.
Lebih lanjut ia menyalahkan fokus media selama berbulan-bulan pada pribadinya, karena mencegahnya membuat keputusan kebijakan keamanan untuk kepentingan warga Jerman.
Baca juga: Media Jerman Andil Besar Dorong Militansi dan Konfrontasi Melawan Rusia
Baca juga: Jerman Kirim Howitzer ke Ukraina, Bulgaria Pasok Senjata Ringan dan Peluru
Baca juga: Pejabat Ukraina Takut-takuti Jerman Jika Tak Kirim Tank Leopard 2
Diterbitkan di surat kabar Jerman The Bild, jajak pendapat yang dilakukan oleh Institute for New Social Answers (INSA) sebelumnya menunjukkan dua pertiga (64 persen) warga Jerman menginginkan Christine Lambrecht mundur.
Hanya 15 persen yang memilihnya untuk bertahan di posisinya dan hanya 9 persen yang menggambarkan kinerjanya positif.
Di sisi lain, 59 persen warga Jerman yang berpartisipasi dalam jajak pendapat tidak menyetujui kinerjanya sebagai menteri pertahanan.
Lambrecht baru-baru ini telah dikaji salah menangani kebijakan pertahanan negara Jerman, dan menganggap enteng perang di Ukraina.
Menteri Pertahanan membuat pernyataan akhir tahun dengan menyebut perang berkecamuk di tengah Eropa.
Ia menekankan konflik Ukraina menyebabkan banyak pengalaman khusus dan menyebutkan kesempatan untuk banyak pertemuan dengan orang-orang hebat dan menarik.
“Pesannya gagal mencapai nada yang tepat karena membuat perang terdengar seperti pengalaman profesional yang mengasyikkan," tulis harian Tagesspiegel.
Pernyataan Lambrecht itu dibuat bersamaan letupan kembang api di latar belakang dirinya saat berbicara, di tengah warga merayakan pergantian tahun.
Dalam wawancara dengan Muenchner Merkur, pemimpin konservatif Jerman Friedrich Merz dan Markus Soeder mengungkapkan selama Lambrecht berada di posisinya, Kanselir Jerman Olaf Scholz akan melemah kekuasaannya.
doktrin militer jerman
jerman krisis energi
perang ukraina
Christine Lambrecht
Menhan Jerman Christine Lambrecht
Profil Bola Tinubu, Akuntan Lulusan AS, Pernah Jadi Keuangan di ExxonMobil Nigeria |
![]() |
---|
Politikus Senior Bola Tinubu Terpilih Jadi Presiden Nigeria |
![]() |
---|
China Kecam AS soal Asal Usul Virus Corona, Penyelidikan FBI Sudah Dipolitisasi |
![]() |
---|
Sergey Lavrov : Pendaftar BRICS Mencapai 20 Negara di Asia dan Afrika |
![]() |
---|
China Kecam Mentalitas Perang Dingin, Hegemonisme, dan Unilateralisme |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.