Berita Purworejo

Seorang Pemuda Terpeleset dan Hanyut di Sungai Sirinding Purworejo saat Cari Rumput

Seorang pemuda dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Sirinding di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Peristiwa nahas

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok. BPBD Kabupaten Purworejo
Proses evakuasi korban laka sungai di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (4/1/2023). 

Seorang Pemuda Terpeleset dan Hanyut di Sungai Sirinding Purworejo saat Cari Rumput

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Seorang pemuda dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Sirinding di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Peristiwa nahas itu diduga terjadi saat korban sedang mencari rumput di sawah yang berada di sekitar sungai pada Rabu (4/1/2023).

Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo, mengungkapkan, identitas korban ialah Ginanjar Yoga (22), warga desa setempat yang jarak rumahnya sekitar 200 meter dari Sungai Sirinding. 

Baca juga: Pemilik 7 Bidang Tanah Diidentifikasi, Pemda DIY Lanjutkan Pelepasan Tanah Tol Yogyakarta-YIA

"Awalnya, ayah korban merasa curiga terhadap keberadaan Yoga, karena hingga pukul 12.00 WIB belum pulang. Padahal, biasanya korban sudah pulang jam segitu, sedangkan korban pamit mencari rumput sejak pukul 10.00 WIB," runut Budi kepada Tribunjogja.com, Kamis (5/1/2023). 

Kemudian, lanjutnya, ayah korban berinisiatif mencari dan menemukan barang-barang korban tergeletak di pinggir sungai. Barang tersebut antara lain bagor (karung goni) berisi tiga per empat rumput, satu sisi sandal jepit, dan sabit milik korban. 

"Ayah korban langsung meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian kepada Polsek, Koramil, dan BPBD. Kemudian, kami melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban sekitar pukul 14.15 WIB," katanya. 

Jenazah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 30 meter dari lokasi yang terdapat barang korban.
 
Ia menduga, korban hanyut di sungai karena terpeleset. Sebab, ditemukan luka memar di mulut korban.

"Ada luka memar di bagian mulut yang memperkuat dugaan bahwa korban terpeleset sebelum akhirnya jatuh dan hanyut tengelam di sungai," ucapnya. 

Setelah itu, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada hari itu juga. 

Sementara, pihak keluarga korban pun sudah mengikhlaskan korban dan menganggapnya sebagai musibah. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Wunut, Bentito Prayetno. 

"Sudah dimakamkan, keluarga korban juga sudah ikhlas dan menganggap sebagai musibah," ucapnya saat ditemui Tribunjogja.com. 

Meski demikian, suasana duka masih melekat di rumah korban. Sanak saudara korban tampak masih mengunjungi rumah duka, bahkan tenda biru dan kursi-kursi masih tersebar di depan rumah duka. 

Baca juga: Dinkes Gunungkidul Imbau Warga Waspadai Leptospirosis Saat Musim Hujan

Bentito mengatakan, meskipun keluarga sudah ikhlas tetapi rasa kesedihan masih terasa pekat.

Pasalnya, korban dikenal sebagai pemuda yang sumeh (ramah), disiplin, rajin, dan tekun bekerja.

Korban juga dikenal memiliki banyak kawan dan tidak pernah pilih-pilih pekerjaan. 

"Selain ramah, baik, dan banyak teman, Yoga (korban) itu sangat disiplin serta rajin bekerja. Setiap hari, dia rutin mencari rumput dua kali, biasanya selama satu jam. Tapi, kemarin itu sampai dua jam tidak pulang-pulang, maka ayahnya curiga ada sesuatu dan mencari korban," urainya. 

"Selain itu, dia anteng tidak pernah terkena masalah apapun. Ia juga gemar membantu teman-temannya, semisal menjaga kambing di pasar hewan, tidak pernah ngarani (meminta jumlah tententu) imbalan itu. Semoga keluarga korban diberi ketabahan," imbuhnya. (drm)
 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved