Berita Purworejo

Sebanyak 96 Bidang Tanah Milik Warga Desa Karangrejo Dibebaskan untuk Proyek Jalan Lingkar Timur

Sebanyak 96 bidang tanah di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah dilepas kepemilikannya oleh warga setempat.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Kondisi jalan Desa Karangrejo yang rencananya akan diperlebar dan dijadikan jalur Lingkar Timur Purworejo, Selasa (3/1/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Sebanyak 96 bidang tanah di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah dilepas kepemilikannya oleh warga setempat.

Lantas, puluhan warga pun mendapatkan uang ganti rugi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo.

Pembebasan lahan itu merupakan satu bagian dari rencana proyek pelebaran jalan di desa setempat yang diinisiasi pemerintah.

Pasalnya, pemerintah berencana membangun akses jalan lingkar timur Purworejo yang akan menghubungkan Jalan Provinsi (Purworejo-Magelang) dengan Jalan Kabupaten (Bagelen-Cangkrep).

Akses tersebut akan melewati jalan Desa Karangrejo sepanjang 1,8 kilometer (km) dari Jembatan Sejiwan (Kedungputri) hingga Jembatan Trirenggo.

Oleh karena itu, Pemkab Purworejo pun bermaksud meningkatkan jalan Desa Karangrejo menjadi Jalan Kabupaten.

Baca juga: DKP Kulon Progo Pasang Target untuk Perikanan Tangkap dan Budidaya pada 2023, Ini Besarannya

Kepala Desa Karangrejo, Fatnani, mengatakan, proses pembebasan lahan dan pemberian ganti rugi telah dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama dilakukan pada 2021 dengan membebaskan sebanyak 22 bidang lahan milik 19 warga Desa Karangrejo. Kemudian, dilanjutkan pembebasan 64 bidang tanah milik 61 warga dan 10 bidang tanah kas desa (TKD) pada akhir Desember 2022 lalu.

"Total keseluruhan uang ganti rugi tahap satu dan dua sekitar Rp4,5 miliar lebih," katanya kepada Tribunjogja.com, Selasa (3/1/2023).

Ia mengungkapkan, uang ganti rugi yang diterima warga bervariasi tergantung luas dan bangunan di atasnya. Warga yang menerima uang ganti rugi terbesar senilai Rp800 juta dan yang terkecil Rp1,5 juta.

"Alhamdulillah dari tahap satu dan dua masyarakat legowo (merelakan tanahnya), karena untuk kepentingan yang lebih besar," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, jalan tersebut masih berstatus sebagai jalan desa dengan lebar sekitar 4 meter. Jalan itu masih berupa cor-coran dua jalur (kanan dan kiri) dan hanya muat untuk satu mobil.

"Kalau katanya, nanti akan diaspal selebar 6-7 meter. Tapi kalau dihitung dengan bahu jalan menjadi 10 meter mengikuti Jalan Trirejo," imbuh Fatnani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved