Berita Kriminal Hari Ini

Kasus Orderan Fiktif dengan Korban Capai 26 Orang Berakhir Damai Melalui Restorative Justice

Kasus order fiktif yang dilakukan oleh seorang mahasiswi berinisial DA (23)  warga Gedongkiwo, Mantrijeron, berakhir damai melalui restorative justice

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Pemeriksaan pelaku order fiktif di Polsek Kasihan, Selasa (15/11/2022) malam kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus order fiktif yang dilakukan oleh seorang mahasiswi berinisial DA (23)  warga Gedongkiwo, Mantrijeron, berakhir damai melalui restorative justice.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana menjelaskan bahwa pada Rabu (16/11/2022) kemarin, Polsek Kasihan laksanakan gelar perkara terkait kasus penipuan sesuai pasal 378 KUHP berupa orderan Fiktif.

“DA sebelumnya telah ditetapkan sebagai pelaku, namun kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Sesuai kesepakatan DA mengganti semua kerugian semua korban,” ujarnya Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Polisi Amankan 5 Pelaku Penganiayaan Siswa SMK di Yogyakarta, Gunakan Celurit dan Gir Saat Beraksi

Adapun sebelumnya, pada Selasa (15/11/2022), para driver ojol yang sudah mengetahui keberadaan DA berbondong-bondong ke Mrisi, Kapanewon Kasihan.

Beruntung petugas kepolisian cepat merespon kejadian tersebut dan mengamankan DA ke Polsek Kasihan.

Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan, ada 14 driver ojol dengan TKP di wilayah Bantul yang tertipu orderan fiktif yang dilakukan DA.

Mahasiswi tersebut telah beraksi sejak awal Agustus hingga bulan November ini.

Dan setelah dilakukan pedalaman, ternyata masih ada belasan driver ojol lain yang juga tertipu di TKP Kota Yogyakarta, dan Sleman.

“Total ada 26 korban dengan kerugian mencapai  Rp 6.854.000. DA pun telah mengganti kerugian para korban,” terangnya.

Jeffry mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, DA melancarkan aksinya tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Sebanyak 2.180 Batang Rokok Ilegal Diamankan Tim Gabungan dari Dua Kecamatan di Klaten

“Karena untuk biaya kuliah sudah dibayarkan orang tua dan saudara-saudaranya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Jeffry mengatakan bahwa penipuan berkedok orderan fiktif tentunya sangat merugikan khususnya kepada driver ojol.

Kejadian ini tentunya dapat menjadi pelajaran agar semua pihak dapat berhati-hati dalam setiap bertransaksi.  

“Semoga menjadi efek jera terhadap DA sebagai pelaku dan berharap tidak terjadi hal serupa di wilayah Bantul. Terakhir kami kembali ucapkan terima kasih terhadap rekan-rekan driver ojol yang bersedia memaafkan pelaku,” pungkasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved