Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Ratusan Fotografer dari 22 Negara Suguhkan Karya Terbaiknya di Pameran Internasional BARA-API

Fotografer dari Indonesia, Argentina, Filipina, Polandia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Selandia Baru, Thailand dan Amerika ikut ambil bagian.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Jajaran BOB bersama para panitia penyelenggara dan kurator pameran fotografi internasional BARA-API, seusai jumpa pers di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Kamis (21/7/2022) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Otorita Borobudur (BOB) bersama deretan fotografer kenamaan tanah air bakal menggulirkan pameran fotografi internasional bertajuk BARA-API, yang berlangsung di Museum H Widayat, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, mulai 23 Juli 2022 mendatang.

Ketua Panitia Pameran Fotografi BARA API, Teguh Santosa, mengatakan, Kata 'BARA' diambil dari nama lama Candi Borobudur yang salah satunya adalah Bara Beduhur yang berarti vihara di tempat yang tinggi.

Sedangkan kata 'API' diambil dari nama Gunung Merapi yang kebetulan identik dengan api, karena selalu mengeluarkan lahar panas.

"Ini pameran fotografi bertaraf internasional, karena 222 yang ambil bagian di sini, adalah fotografer dari 22 negara," katanya, di sela jumpa pers di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta , Kamis (21/7/2022) siang.

Baca juga: Pameran Silang Saling : Titian dan Udakan Dukung Terciptanya Ekosistem Seni Rupa 

Benar saja, selain fotografer dari Indonesia, peserta dari luar negeri pun berdatangan.

Mulai dari Argentina, Filipina, Polandia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Selandia Baru, Srilanka, Thailand, Turki, Vietnam dan Amerika Serikat.

Deretan kurator yang didapuk pun tak sembarangan.

Antara lain, Darwis Triadi, Oscar Motuloh, Arbain Rambey, Don Hasman, Risman Marah, Beawiharta Belly, Soeprapto Soedjono, Johnny Hendarta, Agatha Anne Bunanta, Andiyan Lutfi, Bambang Wijanarko, Fajar Purnomo Sidi, Fauzie Helmy, Ferry Ardianto, Hong Djien Oei, Irwandi Oldprint, Ridha Kusumabrata, Roy Genggam, Suherry Arno, dan Suparno.

Dijelaskannya, pameran ini berihwal dari pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020.

Meski mulai mereda pada 2022, dampak yang ditimbulkan begitu dahsyat.

Ekonomi terpuruk, tatanan kacau, kemapanan berantakan, sistem terganggu, dan penderitaan rakyat pun belum usai.

"Lalu, muncul pertanyaan, apa yang bisa dilakukan para fotografer untuk ikut berkontribusi melakukan social healing, juga recovering economy and the spirit of life," katanya.

"Maka, muncullah ide untuk menggelar pameran fotografi berskala internasional, agar gemanya lebih luas dan efeknya juga lebih mendalam," tambah Teguh.

Panitia dan seluruh fotografer yang terlibat berharap, pameran fotografi BARA-API akan membantu promosi dua ikon besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yakni Candi Borobudur dan Gunung Merapi, di dunia internasional.

Dengan harapan, promosi ini membuat masyarakat dunia yang sudah mulai bebas setelah pandemi mereda, kembali berwisata.

Baca juga: Project Eleven dan Hotel Melia Purosani Yogyakarta Gelar Pameran No Boundaries

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved