Berita Sleman Hari Ini
Kasus Aktif Covid-19 di Sleman Naik Perlahan, Saat Ini Tercatat Ada 42 Pasien
"Sekarang mulai naik pelan-pelan. Kemarin tinggal 15. Sekarang 42 (kasus) aktif," kata Kepala Pelaksana BPBD, sekaligus satgas yang menangani Isoter
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sleman perlahan kembali naik.
Hingga saat ini, ada 42 kasus aktif, setelah sebelumnya sempat turun.
Peningkatan kasus ini diduga karena adanya kelonggaran dan mobilitas masyarakat yang sudah sangat tinggi.
"Sekarang mulai naik pelan-pelan. Kemarin tinggal 15. Sekarang 42 (kasus) aktif," kata Kepala Pelaksana BPBD, sekaligus satgas yang menangani Isoter di Kabupaten Sleman Makwan, Sabtu (25/6/2022).
Baca juga: Wabah PMK Ditangani Lintas Lembaga, Termasuk Melibatkan BNPB
Dari 42 kasus aktif tersebut, 5 sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan 37 isolasi mandiri (Isoman).
Makwan mengungkapkan, kasus Covid-19 diperkirakan akan mengalami peningkatan pada akhir bulan Juli atau awal Agustus.
Hal itu seiring kepulangan jamaah haji dari Arab Saudi dan masuknya mahasiswa dari luar daerah ke Yogyakarta.
Meski, penularan diperkirakan kembali meningkat, Pemkab Sleman pada akhir bulan Juni ini telah memutuskan menutup Isoter Asrama Haji.
Nantinya, untuk selter isolasi bagi pasien Covid-19 di Bumi Sembada hanya akan menyiagakan Rusunawa Gemawang.
"Asrama Haji akhir Juni tutup. Nanti ada sosialisasi dulu. Kemudian tanggal 29, Bupati secara resmi akan menutup," katanya.
Menurut Makwan, Isoter Asrama Haji ditutup dengan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, perjanjian pengguna Asrama Haji telah selesai.
Kemudian, gedung akan dialihkan untuk fungsi yang lain sehingga ditutup.
Pemkab Sleman nantinya hanya memiliki Isoter Rusunawa Gemawang dengan kapasitas 101 bed.
Pihaknya yakin jumlah tersebut cukup. Sebab, masyarakat sudah tereduksi dengan isolasi mandiri.
"Paling nanti hanya anak kos anyaran (baru) yang positif lalu bingung. Nah, itu kami fasilitasi Isoter. Kalau yang sudah punya rumah, saya yakin bisa isoman," kata dia.
Baca juga: Pemkab Sleman Kebut Vaksinasi PMK, Target Ribuan Dosis Rampung Disuntikkan Sebelum 5 Juli 2022
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Sleman-Makwan-25622.jpg)