Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Wabah PMK Pada Ternak Menyebar dengan Sangat Cepat di Indonesia

“Penyebaran PMK ini memang super cepat karena metode penyebarannya airborne, bisa melalui udara dan dipercaya bisa mencapai 87 Km sekali menyebar

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
ILUSTRASI Petugas DKPP Klaten saat mengecek hewan ternak pekan lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) yang mewabah di peternakan di DI Yogyakarta harus betul-betul ditangani lantaran berkaitan dengan ketahanan pangan.

Menjelaskan terkait PMK, drh Slamet Raharjo MP, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada ( UGM ) mengatakan penyakit itu disebabkan oleh virus.

“Penyebaran PMK ini memang super cepat karena metode penyebarannya airborne, bisa melalui udara dan dipercaya bisa mencapai 87 Km sekali menyebar,” ujarnya ketika dihubungi Tribun Jogja, Sabtu (11/6/2022).

Baca juga: Ganjar Pranowo Apresiasi Pembentukan Koperasi oleh Warga Terdampak Bendungan Bener Wonosobo

Dia melanjutkan, dengan metode penyebaran melalui udara, maka ketika virus itu tertiup angin atau ternak terinfeksi ditransportasikan antar wilayah, virus bakal bisa hinggap pada ternak lain meski jaraknya puluhan kilometer dari kandang ternak terinfeksi.

“Juga, sering tidak disadari, manusia dan peralatan peternakannya atau kendaraannya, dapat menjadi vektor penyebar virus. Dari fakta ini bisa menjelaskan kenapa PMK itu bisa menyebar ke berbagai wilayah dengan sangat cepat,” tuturnya.

Ia menambahkan, Indonesia sendiri membutuhkan 98 tahun untuk bebas dari PMK.

Pada tahun 1986, PMK ini sudah tidak lagi menjadi momok di kalangan peternak negeri.

Namun, entah mengapa, PMK kembali lagi di tahun 2022. Hingga kini, belum diketahui dari mana sumber penularan PMK yang sudah menyebar di banyak daerah, termasuk di DIY.

Slamet menuturkan besar kemungkinan kasus PMK kembali terjadi di Indonesia lantaran penularan infeksi dari hewan ke hewan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved