Berita Kriminal
Kasus Miras Oplosan Maut di Sleman, Penjual Diperingatkan dan Nyaris Diusir Warga Tapi Tetap Nekat
Pasutri penjual miras oplosan tersebut sebenarnya telah sempat diperingatkan oleh warga untuk tidak lagi berdagang miras.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
"Program ini juga bisa ditunjang dengan Dana Keistimewaan. Madurejo itu kan desa budaya. Kami ingin mengakses itu. Nah, nanti imbas ada jaga warga adalah penertiban - penertiban yang seperti itu," tuturnya.
Licin
Kapolsek Prambanan, Kompol Rubiyanto, mengaku kaget kasus miras oplosan yang menewaskan tiga orang dengan tersangka APS dan FAS.
Pasalnya, pasangan suami istri yang tinggal di Gangsiran Madurejo itu sebenarnya sudah diintai polisi sejak lama.
Bahkan, jajarannya sudah pernah menggeledah rumahnya saat operasi pekat menjelang Lebaran tahun ini.
Tetapi, yang bersangkutan berhasil lolos karena saat itu petugas tidak menemukan barang bukti seperti yang dilaporkan masyarakat.
"Kami terima info dia beli (miras) di Bekonang, lalu dikonsumsi sendiri dan ada yang dijual. Infonya seperti itu. Artinya, sudah pernah kami datangi dan digeledah, usai dapat informasi sejak sebelum puasa itu," kata Rubiyanto.
Menurut dia, warga Prambanan yang menjadi korban miras oplosan sementara ini ada dua orang.
Satu meninggal dunia dan satu orang warga Bokoharjo masih kritis di RSUD Prambanan.
Sebagaimana diketahui, ada tiga warga Sleman meninggal dunia setelah mengonsumsi miras oplosan di sebuah Gudang Rosok, di wilayah dusun Karongan, Kalurahan Jogotirto, Berbah.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Sleman karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban selanjutnya.
Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana, menceritakan petaka itu bermula ketika 3 korban berinisial AA (42) warga Prambanan, STR (42) dan TRY keduanya warga Berbah mengonsumsi minuman jenis mocca, pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 04.00 WIB dini hari.
Minuman tersebut dibeli dengan sistem COD. Tak lama setelah mengonsumsi minuman tersebut, satu orang meninggal dunia.
Satu kritis dan satu orang lagi dilarikan ke RSUD Prambanan.
"Akhirnya, ketiga orang itu meninggal dunia," ujar dia.
Kasus ini masih penelusuran pihak Kepolisian.
Sebab, ada informasi bahwa dua orang di wilayah Prambanan juga menenggak minuman serupa hingga menyebabkan satu di antaranya kritis.
"Ini yang pasti meninggal dunia ada 3 orang. Dua orang (di Prambanan) masih ditelusuri apakah memang mengonsumsi minuman tersebut atau tidak. Penyebab kritis masih ditelurusi," kata dia.
( tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Duet-Maut-Suami-Istri-Warga-Prambanan-Racik-Miras-Oplosan.jpg)