Kasus Covid-19 di DIY Terus Meningkat, PERSI DIY : Perawatan Omicron Lebih Butuh Isoter

Baik pemerintah daerah (Pemda) maupun sejumlah rumah sakit di DIY kini mulai bersiap-siap untuk mengambil langkah penanganan Covid-19

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
news.un.org
ilustrasi Virus Corona (Covid-19) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Situasi Covid-19 di sejumlah daerah mengalami kenaikan kasus positif, tak terkecuali di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baik pemerintah daerah (Pemda) maupun sejumlah rumah sakit di DIY kini mulai bersiap-siap untuk mengambil langkah penanganan.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Perwakilan DIY, Dr dr Darwito, mengatakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) khususnya rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY mulai bersiap-siap.

Persiapan itu meliputi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) tempat tidur pasien serta beberapa kebutuhan penunjang lainnya.

"Memang saat ini kami mulai bersiap-siap untuk menghadapi lonjakan Covid-19. Apalagi sekarang muncul Varian Omicron," katanya, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: UPDATE Sebaran 32.211 Kasus Baru Covid-19 Jumat 4 Februari 2022 : Rincian Data di 34 Provinsi

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di DIY : Bertambah 273 Kasus Baru, Pasien Meninggal Nihil, Sleman Tertinggi

Darwito tidak menampik saat ini mayoritas rumah sakit di DIY masih ada yang merawat pasien Covid-19.

"Tidak mungkin zero Covid-19. Rata-rata bed rumah sakit yang terpakai itu 1 hingga 6 pasien," ujarnya.

Menyikapi munculnya Varian Omicron di DIY, dirinya menyarankan ke pemerintah supaya mereka mengaktifkan kembali tempat isolasi terpusat (Isoter).

Alasannya, Varian Omicron gejalanya lebih ringan dibandingkan Covid-19 jenis Delta, sehingga kebutuhan isolasi akan lebih banyak.

"Kalau Delta banyak butuh perawatan, kalau Varian Omicron lebih ringan. Sehingga yang dibutuhkan persiapan shelter," terang dia.

Dia menuturkan, apabila masyarakat terpapar Covid-19 Varian Omicron segera menghubungi dokter dan pengelola shelter untuk menjalani isolasi.

Senada, Wakil Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) DIY, dr H Bima Achmad Bina Nurutama, menjelaskan pihaknya baru akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY kaitannya kesiagaan lonjakan kasus Covid-19 serta Varian Omicron.

Akan tetapi, dijelaskan Bima untuk saat rata-rata RS swasta di DIY belum menambah tempat tidur pasien untuk Covid-19.

"Untuk saat ini RS swasta menyiapkan baik SDM dan Sarpras. Rata-rata RS belum menambah tempat tidur khsus untuk pasien Omicron," terangnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Kota Yogyakarta Berjalan Lancar, Tak Ada Laporan KIPI Berat

Baca juga: Tembus 60 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Pemkot Yogya Menduga Omicron Sudah Masuk

Namun, apabila sewaktu-waktu kondisi darurat datang, lonjakan kasus positif Covid-19 di DIY meningkat tajam maka pihak RS swasta akan mengambil sejumlah langkah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved