Dalam 6 Jam Terakhir, Gunung Merapi Meluncurkan 18 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak

Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih cukup tinggi.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja
Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih cukup tinggi.

Dalam enam jam terakhir,  Gunung Merapi tercatat meluncurkan belasan kali guguran lava pijar ke arah sektor barat daya.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari laman https://magma.esdm.go.id/, selama enam jam terakhir tercatat ada 18 kali guguran lava yang meluncur keluar dari kawah.

Luncuran lava pijar mengerah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

Secara viual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tampak membumbung setinggi 30 meter di atas puncak.

Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa guguran, yang menandakan pertumbuhan kubah lava atau ketidakstabilan material di puncak masih tinggi. Tercatat sebanyak 29 kali gempa Guguran dengan durasi hingga 211 detik.

Baca juga: Harga Emas Batangan di Pegadaian Rabu 22 April 2026, Antam Naik Rp 42 Ribu

Selain itu, terdeteksi pula 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dan 2 kali gempa Vulkanik Dangkal.

Data ini menunjukkan bahwa suplai magma di perut Merapi masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) sewaktu-waktu.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada tingkat aktivitas yang perlu diwaspadai. Pihak otoritas mengeluarkan rekomendasi jarak aman bagi masyarakat:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Alur Sungai Boyong (maksimal 5 km) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
  • Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
  • Ancaman Eksplosif: Masyarakat diminta menjauhi radius 3 km dari puncak untuk menghindari lontaran material jika terjadi letusan mendadak.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Merapi juga diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di area puncak. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved