Berita Kota Yogya Hari Ini

Tembus 60 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Pemkot Yogya Menduga Omicron Sudah Masuk

Pemkot Yogyakarta menduga varian baru Covid-19 , Omicron , mulai menjalar di wilayahnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
covid19.go.id
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM , YOGYA - Pemkot Yogyakarta menduga varian baru Covid-19 , Omicron , mulai menjalar di wilayahnya.

Dugaaan tersebut, didasari oleh pola sebaran kasus yang belakangan melonjak sangat signifikan.

Sebagai informasi, pada Kamis (3/2/2022) silam, terdapat tambahan 60 pasien Covid-19 sekaligus, dalam satu hari, sehingga total kasus aktif kini membengkak di angka 170.

Sebuah fenomena yang tak pernah dijumpai lagi dalam beberapa bulan terakhir, sejak tren mulai melandai.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta , Heroe Poerwadi mengatakan, melonjaknya kasus Covid-19 ini disebabkan oleh banyaknya kontak erat yang ikut terapar.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Yogya Kembali Turunkan Kuota PTM Jadi 50 Persen 

Sehingga, pola penularan yang sebelumnya didominasi pelaku perjalanan, mulai bergeser ke hasil tracing.

"Memang laporannya sudah ada kontak erat yang kita temukan dari test dan tracing. Kalau dilihat dari itu, kita hanya bisa melihat, menduga, ada potensi Omicron sudah masuk ( Kota Yogyakarta )," tambahnya, Jumat (3/2/2022).

Namun, terang Heroe, kecurigaan tersebut, tidak bisa dibuktikan sebelum hasil laboratorium sebagai penegak diagnosa keluar.

Apalagi, ia menyampaikan, pola sebaran sejatinya tidak sepenuhnya mengarah Omicron , karena terdapat banyak kontak erat yang negatif corona.

"Makanya, kita tidak bisa mengatakan omicron itu sudah masuk, karena kalau kita melihat pola sebarannya, masih belum seperti gambaran Omicron, ya," cetusnya.

"Kalau Omicron kan, misalnya, satu kena, terus di satu kawasan itu juga kena semua. Sekarang memang sudah ditracing, tapi tidak semua kena. Nah, ini mungkin masih berkaitan dengan delta juga itu," tambah Heroe.

Baca juga: Struktur APBD 2022 Bersifat Responsif, Pemkot Yogya Siap Hadapi Gelombang Tiga Pandemi 

Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut juga menegaskan, berdasar hasil penelusuran terhadap semua kontak erat pasien Covid-19 , belum dijumpai satupun klaster.

Dalam artian, sebarannya tak terpusat di titik tertentu.

Di samping itu, hampir semua pasien yang terpapar pun kondisinya tanpa gejala (OTG).

"Belum terbentuk klaster. Artinya, meski ada kontak erat yang kena itu tidak sampai meluas banget dan tersebar di berbagai wilayah di Kota Yogyakarta ," ungkap Heroe.

Ditegaskannya, jikalau melihat peta sebaran, atau zonasi sebaran Covid-19 berdasar penghitungan epidemiologi, hingga kini tidak ada satupun kelurahan yang masuk zona merah, atau zona dengan risiko penularan tinggi.

"Jadi memang zona kuningnya bertambah, sehingga yang hijau berkurang. Tapi, yang zona oranye masih tetap dua, zona merah belum ada," ungkap Wawali. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved