Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Minyak Jelantah di Klaten Bisa Ditukar dengan Emas, Ini Syaratnya!

minyak goreng bekas atau yang juga dikenal dengan minyak jelantah sering kali dibuang oleh ibu-ibu rumah tangga ke saluran pembuangan jika sudah tak

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Danang saat menunjukkan emas dan minyak jelantah saat ditemui di gudang sedekah sampah Indonesia di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (28/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - minyak goreng bekas atau yang juga dikenal dengan minyak jelantah sering kali dibuang oleh ibu-ibu rumah tangga ke saluran pembuangan jika sudah tak terpakai lagi.

Padahal, minyak jelantah yang dibuang sembarangan itu bisa menimbulkan pencemaran lingkungan dan menyebabkan penyumbatan drainase lantaran jelantah yang membeku.

Oleh karena itu, pengolahan kembali minyak jelantah menjadi salah satu hal penting agar limbah jelantah ini bisa dimanfaatkan kembali.

Baca juga: Sri Sultan HB X Minta Laboratorium Percepat Pemeriksaan Sample Pasien Terindikasi Omicron

Mengatasi permasalahan ini, Komunitas Sedekah sampah Indonesia kini mulai menampung minyak jelantah hasil dari limbah rumah tangga.

Menariknya, minyak jelantah limbah rumah tangga itu bisa langsung ditukar dengan sembako ataupun Emas.

Ketua Komunitas Sedekah Sampah Indonesia, Danang Widyatmoko mengatakan ide awal menukar minyak jelantah dengan emas atau sembako tersebut untuk mengatasi pemasalahan minyak jelantah tersebut.

Sebab, banyak sekali ibu-ibu rumah tangga yang kebingungan dalam mengatasi permasalahan minyak jelantah.

Tidak jarang juga banyak yang membuangnya ke selokan atau drainase terutama saat pandemi Covid-19 melanda.

"Semenjak Covid-19 warga jarang kumpulin minyak jelantahnya dan kami buat program bagaimana agar minyak ini tidak dibuang ke sungai atau selokan," ucapnya saat TribunJogja.com temui di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jumat (28/1/2022).

Dengan fakta itu, ia pun kemudian memunculkan ide agar minyak jelantah itu dibeli dengan menggunakan emas.

10 liter minyak jelantah bisa ditukar dengan Emas seberat 0,025 gram dan minyak jelantah seberat 20 liter ditukar dengan emas seberat 0,05 gram.

"Warga juga bisa menukar dengan yang lainnya, seperti gula, garam atau sembako lainnya sesuai dengan jumlah minyak jelantah yang ia punya," jelasnya.

Kemudian, lanjut pria berusia 24 tahun ini, emas sebarat 0,025 gram tersebut setara dengan uang senilai Rp 40 ribu.

Emas tersebut, langsung dibayarkan secara tunai jika ada warga yang mau menukarkan minyak jelantahnya kepada Komunitas Sedekah sampah Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved