Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Sri Sultan HB X Minta Laboratorium Percepat Pemeriksaan Sample Pasien Terindikasi Omicron

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta laboratorium di DI Yogyakarta untuk mempercepat pemeriksaan Whole Genome Sequencing

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
covid19.go.id
ILUSTRASI varian Omicron atau B.1.1.529 yang sudah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai varian baru COVID-19 

TRIBUNJOGA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta laboratorium di DI Yogyakarta untuk mempercepat pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap sampel pasien Covid-19 yang terindikasi Omicron.

Seperti diketahui, proses pemeriksaan sampel tersebut masih berlangsung di laboratorium BBTKLPP Yogyakarta dan FKKMK UGM

Raja Keraton Yogyakarta ini berharap adanya kepastian bahwa varian Omicron telah memasuki DI Yogyakarta melalui pemeriksaan WGS tersebut.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Klaten Masih di Kisaran Rp 19-20 Ribu

"Kami juga minta secepat mungkin kami kan juga butuh kejelasan," terang Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (28/1/2022).

Lebih jauh, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga mencurigai bahwa penularan Covid-19 varian Omciron telah merebak di DI Yogyakarta

Hal itu menyusul ditemukannya 16 sampel pasien Covid-19 yang diduga  mengandung virus varian baru melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) S Gene Target Failure (SGTF).

Selain itu pada awal Januari lalu satu warga Pematang Siantar sempat masuk ke DI Yogyakarta dan Cilacap dinyatakan positif Omicron dari hasil pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Cilacap.

Baca juga: Kasus Sabu di Lapas Perempuan Gunungkidul Dihentikan Karena Barang Bukti Minim

Karenanya deteksi Omicron perlu segera diselesaikan untuk wilayah DIY.

Meski sebenarnya dampak dari paparan virus tersebut kebanyakan ringan atau tidak bergejala.

"Saya belum dapat report resmi karena (WGS) perlu waktu. Tapi kalau kemungkinan bisa saja. Tapi nggak papa, (varian) itu kan ringan nanti kan 10-14 hari sudah sembuh. Karena kan mereka tinggal di rumah bukan di rumah sakit," ungkapnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved