SLB Negeri 1 Bantul Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

SLB Negeri I  Bantul merupakan satu-satunya sekolah khusus dari 79 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba PTMT.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Marietta Waluyati, S.Sn, Pengajar di SLB Negeri 1 Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM -  Pasca melandainya tingkat infeksius Covid-19 di DIY, 25 sekolah dari 396 SMA/SMK/SLB di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY) melakukan uji coba Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMt).

SLB Negeri I  Bantul merupakan satu-satunya sekolah khusus dari 79 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba PTMT.

Sebagai sekolah khusus, SLB memiliki karakteristik spesifik pada keunikan peserta didik dan teknik pembelajaran.

Peserta didik di SLB terdiri dari beragam disabilitas yaitu disabilitas netra, rungu mental dan motorik.

Baca juga: Sempat Ada Siswa Terpapar Covid-19, Kini Seluruh Sekolah di Bantul Telah Melaksanakan PTM

Selama pandemi, disabilitas netra merupakan salah satu jenis kekhususan yang paling mengalami banyak tantangan karena harus ekstra waspada menggunakan indra peraba sebagai modal orientasi dan mobilitas.

PTM terbatas merupakan upaya menyelamatkan anak-anak Indonesia dari risiko dampak negatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara berkepanjangan.

Pembelajaran online hanya mengarah ke pengetahuan dan keterampilan praktis saja tetapi untuk pembinaan karakter masih sangat kurang.

Jika tidak segera menerapkan Pertemuan Tatap Muka terbatas, generasi ini dikhawatirkan akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan.

Untuk SLB Negeri 1 Bantul sendiri memulai PTM Terbatas pada tanggal 27 September 2021.

Dalam pelaksanaan PTM Terbatas ini

Yang terlibat dalam PTM Terbatas ini antara lain  siswa, orang tua, pihak sekolah, beserta instansi terkait misalnya Satgas Covid-19.

Baca juga: Orang Tua Prioritaskan Sekolah PTM Lagi, Meski Hanya 2 Jam Pelajaran

Langkah-langkah yang dipersiapkan antara lain meminta persetujuan orang tua, penjelasan tata tertib yang disampaikan untuk murid melalui orang tua, menyiapkan SOP prosedur Kesehatan, ruangan kelas yang ditata dengan jarak minimal 1 meter, penataan jadwal PTM Terbatas oleh kurikulum.

Proses PTM Terbatas ini dimulai ketika anak masuk di lingkungan sekolah dicek suhunya, kemudian cuci tangan pakai sabun, baru masuk ke kelas masing-masing.

Kendala-kendala yang ditemukan di lapangan antara lain siswa datang tidak sesuai jadwal, ada siswa yang tidak mau memakai masker, hand sanitizer belum tersedia di setiap kelas, wali murid masuk di kawasan jurusan, wali murid terlambat menjemput siswa lebih dari 30 menit.

Dan sejauh ini PTM Terbatas yang dilaksanakan di SLB Negeri 1 Bantul dapat berjalan dengan lancar berkat adanya sinergi yang tepat antara orang tua, sekolah dan pihak-pihak yang terkait. ( Tribunjogja.com )

*) Ditulis oleh Marietta Waluyati, S.Sn selaku Pengajar di SLB Negeri 1 Bantul

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved