Pendidikan
Sempat Ada Siswa Terpapar Covid-19, Kini Seluruh Sekolah di Bantul Telah Melaksanakan PTM
Mulai pekan ini seluruh siswa dari jenjang SD SMP sederajat telah menggelar pembelajaran dengan tetap mengkombinasikan PTM dan PJJ.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas telah berlangsung di Bantul sejak akhir bulan September kemarin.
Pada awalnya, belum semua sekolah menggelar PTM terbatas, namun mulai pekan ini seluruh siswa dari jenjang SD SMP sederajat telah menggelar pembelajaran dengan tetap mengkombinasikan PTM dan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
"Kalau SD sudah 365 sekolah, sudah semuanya. Kalau yang SMP, saat tahap awal 37 sekolah, tapi sekarang juga sudah semua, ada 94 sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko, Rabu (13/10/2021).
Dalam kesempatan Isdarmoko menyatakan bahwa PTM terbatas ini tidak menghapus PJJ.
Baca juga: Uji Coba PTM Terbatas Mulai Dilaksanakan di Bantul: Seminggu Dua Kali, Sehari Hanya 2 Jam Pelajaran
Karena dalam PTM terbatas, siswa hanya masuk dua hari dalam seminggu, dan dalam satu hari hanya mengikuti dua mata pelajaran.
"Dan menggunakan shift karena 1 kelas hanya boleh 50 persen dari kapasitas," imbuhnya.
Selena PTM terbatas berlangsung, pihaknya sempat menghentikan proses PTM ke salah satu SD karena ada satu siswanya positif Covid-19, yakni SD Bantul Timur.
"Kasus ini juga sebenarnya bukan penularan di lingkungan sekolah, tapi memang kurang disiplin dalam protokol kesehatan. Jadi orang tuanya yang kena, dan menularkan ke anaknya, dan harus isolasi," ungkapnya.
Dalam kasus tersebut, orang tua tetap mengantarkan anaknya ke sekolah, meski satu keluarga terpapar Covid-19.
Setelah terungkap, pihak sekolah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan melakukan tracing, dan beruntung virus Corona tidak menyebar ke teman-teman yang lain, termasuk guru.
Namun demikian, untuk memastikan agar tidak ada virus Covid-19 di lingkungan sekolah, Disdikpora menghentikan sementara aktivitas PTM selama pekan kemarin.
Baca juga: PAUD dan SD di DI Yogyakarta Diminta Tak Paksakan Gelar PTM
"Untuk SD tersebut, ketika dapat informasi saya langsung klarifikasi ke kepsek ternyata betul. Saya langsung menghentikan PTM selama 6 hari, senin kemarin sudah dimulai lagi," terangnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia pun membuat imbauan agar semua sekolah membuat surat edaran.
Isinya adalah tentang ketentuan PTM terbatas, termasuk di dalamnya adalah aturan wajib mengenakan masker saat sekolah, dan siswa harus dipastikan dalam kondisi sehat.
Ia pun berharap agar orang tua siswa dapat jujur apabila terdeteksi positif Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemkab-sleman-berencana-usulkan-simulasi-belajar-tatap-muka.jpg)