Uji Coba PTM Terbatas Mulai Dilaksanakan di Bantul: Seminggu Dua Kali, Sehari Hanya 2 Jam Pelajaran
Wakil Bupati Bantul juga menilai bahwa guru dan siswa telah memahami pentingnya menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beberapa sekolah di Bantul yang memenuhi syarat telah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
Salah satunya adalah SD 1 Blunyahan, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, saat melakukan pemantauan pelaksanaan PTMT di SD 1 Blunyahan, Selasa (28/9/2021), menyatakan bahwa persiapan pihak sekolah sudah cukup bagus dalam menerapkan protokol kesehatan.
Dimulai dari kedatangan siswa yang harus cuci tangan dengan air mengalir, dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh, hingga masuk ke ruang kelas yang meja dan kursinya sudah disusun sedemikian rupa sehingga ada jarak minimal 1,5 meter.
Selain itu selama siswa mengikuti PTMT juga tidak boleh melepas masker.
"Dalam pembelajaran tatap muka terbatas ini, jumlah siswa hanya dibatasi 50 persen dari kapasitas kelas. Pelajaran hanya diberikan waktu maksimal dua jam dan mata pelajaran yang diberikan adalah mata pelajaran yang pokok dan sulit jika dilakukan secara daring," ungkapnya.
Wakil Bupati Bantul juga menilai bahwa guru dan siswa telah memahami pentingnya menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.
Ia pun berharap, pelaksanaan PTMT dapat berjalan dengan baik dan tidak timbul penularan atau klaster sekolah.
"Saya berpesan kepada anak-anak tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M, memakai masker itu penting dan jangan sampai lupa, jauhi kerumunan, kalau jamnya pulang sekolah langsung pulang jangan mampir-mampir," pesan Wakil Bupati.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmanto, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan bahwa uji coba PTMT dilakukan untuk mengakomodir usulan dari orangtua.
Hal itu untuk mengatasi kejenuhan anak yang hampir empat semester harus belajar secara daring.
PTMT ini juga dapat dilaksanakan sejalan dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul yang trennya terus menurun.
Terkait pelaksanaan PTMT di SD 1 Blunyahan, ia mengatakan bahwa sebelumnya telah dilakukan proses verifikasi oleh pengawas dan dinyatakan diperbolehkan untuk menggelar PTMT.
"Disdikpora juga memberikan rekomendasi PTMT atas persetujuan Satgas COvid-19 tingkat kabupaten," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Isdarmoko mengatakan bahwa pihaknya ingin menyegerakan SD dan SMP sederajat di Bantul melaksanakan PTMT.
Namun demikian ia menekankan bahwa hal itu harus dilakukan setelah mendapatkan hasil verifikasi dari pengawas.
"Untuk tingkat SMP sederajat, mencapai 96 sekolah dan sudah ada 37 SMP sederajat yang direkomendasikan untuk menggelar PTMT. Sedangkan untuk SD jumlah lebih banyak lagi dibandingkan SMP," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ptm-di-sd-blunyahan-bantul.jpg)