Program 'Bule Mengajar' Sasar Kampung Wisata di Kota Yogyakarta, Kotagede Jadi Pilot Project
Program Bule Mengajar bukan sekadar jurus untuk menarik turis datang, tetapi mendorong mereka untuk berinteraksi aktif.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Program Bule Mengajar di Kota Yogyakarta disiapkan sebagai upaya menghadirkan pariwisata berkualitas berbasis pengalaman, atau experience-based tourism.
- Keterlibatan wisatawan dalam aktivitas sehari-hari warga secara otomatis akan memperpanjang lama tinggal atau length of stay.
- Kawasan Kotagede dipilih sebagai lokasi pilot project atau proyek percontohan, sebelum direplikasi ke 40 kampung wisata lainnya yang tersebar di Kota Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan wajah pariwisata yang tidak sekadar kunjungan singkat, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program Bule Mengajar.
Langkah tersebut dimatangkan dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Kemantren Kotagede, Rabu (13/5/2026) siang.
Adapun program Bule Mengajar disiapkan sebagai upaya menghadirkan pariwisata berkualitas berbasis pengalaman, atau experience-based tourism.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan orientasi utama setiap program pemerintah, termasuk sektor pariwisata, harus memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di tingkat akar rumput.
Menurut Wawan, Program Bule Mengajar bukan sekadar jurus untuk menarik turis datang, tetapi mendorong mereka untuk berinteraksi aktif.
Mulai dari berbagi pengalaman, mengajar bahasa, hingga menularkan keterampilan kepada warga di sekolah maupun kampung-kampung wisata.
"Pariwisata itu harus berdampak langsung kepada masyarakat. Wisatawan datang bukan hanya melihat-lihat, tetapi ikut berinteraksi, belajar budaya, masuk kampung, hingga berbagi ilmu. Dari situ ada dampak ekonomi, sosial, dan pemberdayaan warga," ujarnya.
Wawan menilai, keterlibatan wisatawan dalam aktivitas sehari-hari warga secara otomatis akan memperpanjang lama tinggal atau length of stay.
Sehingga, gebrakan ini diyakini bakal mendongkrak belanja produk UMKM lokal, sekaligus menciptakan pemerataan ekonomi hingga ke lorong-lorong kampung.
"Kalau wisatawan tinggal lebih lama, mereka makan di warung warga, membeli produk UMKM, ikut aktivitas kampung, maka manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," imbuhnya.
Baca juga: Inovasi DPRD Kota Yogyakarta Terima Tamu di Kampung Wisata, Produk Lokal Laris Manis Diborong
Strategi Pengembangan Wisata
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menjelaskan Program Bule Mengajar jadi strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kawasan Kotagede dipilih sebagai lokasi pilot project atau proyek percontohan, sebelum direplikasi ke 40 kampung wisata lainnya yang tersebar di Kota Yogyakarta.
"Program ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas. Pilot project di Kotagede ini nantinya akan dikembangkan ke kampung-kampung wisata lainnya di Kota Yogyakarta," jelasnya.
Sebagai informasi, Program Bule Mengajar di Kotagede akan diintegrasikan dengan paket wisata yang sudah ada, seperti di Kampung Wisata Prenggan dan Purbayan.
| Jadi 'Detektif' Pajak Lewat Aplikasi JSS, Belasan Warga Kota Yogyakarta Diganjar Apresiasi WASPADA |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Tetapkan 5 Paket Strategis 2026, Rombak Gedung Sekolah Hingga Talud |
|
|---|
| Inovasi DPRD Kota Yogyakarta Terima Tamu di Kampung Wisata, Produk Lokal Laris Manis Diborong |
|
|---|
| Disentil Suporter PSIM Soal Korupsi Stadion Mandala Krida, Ini Jawaban Wali Kota Yogyakarta |
|
|---|
| Pembangunan Proyek PSEL di DIY Mundur ke Batch Kedua, Hasto Wardoyo Optimalkan Gerakan Mas Jos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261205-Suasana-Kampung-wisata-Purbayan.jpg)